Jaga Kondusivitas, Cegah Karhutla

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Anto Mukti Putranto memimpin apel dengan membentuk formasi paruh lembing sebelum membuka rapim dan rakernis di gedung Sudirman Makodam II/Sriwijaya. Foto: Budiman/Sumeks
 
Palembang,  — Pilkada dan Asian Games 2018 mendapat atensi khusus dari Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Anto Mukti Putranto. Jenderal bintang dua ini menegaskan, TNI saling bersinergi dengan Polri, untuk membantu menyukseskan pesta demokrasi dan multievent se-Asia tersebut.
“Semua itu akan berjalan dengan baik jika kondusivitas terjaga. Baik masyarakatnya maupun alamnya yaitu tidak terjadi karhutla,” ujar Putranto usai membuka rapat pimpinan (rapim) dan rapat kerja teknis (rakernis) di gedung Sudirman, Makodam II/Sriwijaya, kemarin (22/2).
Khusus antisipasi karhutla, jebolan Akmil 1987 ini mengatakan, pihaknya sudah melakukan antisipasi sedini mungkin. Seperti patroli dan respons cepat ketika muncul titik api. “Sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar juga terus kami lakukan,” sambungnya.
Nah, terkait rapim dan rakernis, tema yang diusung “Dengan Dilandasi Jiwa Kesatria, Militan, Loyal, Profesional, Modern dan Kemanunggalan Dengan Rakyat, Kodam II/Sriwijaya Siap Mendukung Tugas Pokok TNI AD”.
Rapim dan rakernis diikuti 125 peserta yang terdiri dari Pimpinan Kodam II/Sriwijaya, para asisten, para danrem, Dan/Ka Balakdam II/Swj, para dandim, para danyon, dan para komandan detasemen satuan jajaran Kodam II/Sriwijaya. Menurutnya, sasaran yang ingin dicapai adalah terwujudnya kesamaan persepsi dan tertib administrasi yang akuntabel dalam melaksanakan program kerja dan anggaran di tahun anggaran 2018. “Juga tercapainya pembinaan kekuatan kemampuan dan gelar kekuatan Kodam II/Sriwijaya secara optimal,”lanjutnya.
Dalam rapim tersebut, Pangdam juga menjelaskan secara umum mengenai situasi Indonesia sekarang ini, terutama di wilayah Kodam II/Sriwijaya. Menurutnya, kondisi keamanan secara umum relatif kondusif, namun tetap perlu diwaspadai karena wilayah Kodam II/Swj sangat luas mencakup lima provinsi, yakni Bengkulu, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. “Berdasarkan data, kondisi peredaran narkoba di wilayah dan lintas wilayah provinsi serta dari luar wilayah Sumbagsel termasuk Kejahatan dengan menggunakan senjata api rakitan/ilegal masih cukup tinggi”, ujarnya.
Pangdam juga menuturkan bahwa kejahatan lain yang juga biasa terjadi di wilayah Sumbagsel adalah illegal mining, terutama penambangan timah ilegal di Kabupaten Bangka, illegal tapping terhadap pipa-pipa minyak milik PT. Pertamina dan pembakaran hutan di wilayah Sumatera Selatan, Lampung dan Bangka Belitung untuk membuka lahan perkebunan yang dapat mengakibatkan bencana kabut asap.
“Sementara itu, ancaman di bidang ideologi, yaitu radikal kiri (bahaya laten komunis) yang makin terang-terangan dan radikal kanan yang disinyalir telah masuk di wilayah Sumatera Bagian Selatan serta berpotensi melakukan aksi teror,” tuturnya.
Hal lain yang patut diwaspadai, lanjutnya adalah Pilkada 2018 yang berpotensi terjadinya konflik komunal berbasis SARA, akibat praktik politik yang tidak sehat. “Selain itu, kita tetap tanggap dalam memberikan bantuan perkuatan kepada Pemda jika terjadi bencana alam,” pungkas Putranto.
MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY



Leave a Reply