Infrastruktur TAA 70 Persen

Palembang, — PT Pelabuhan Indonesia II (persero) menjajaki serius rencana menjadi operator pelabuhan laut dalam (deep sea port) Tanjung Carat. Selain karena sudah memiliki rencana induk pelabuhan (RIP) Tanjung Carat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Pelindo juga menilai Pelabuhan Boom Baru sudah tak memadai lagi.
Lahannya sendiri nanti disiapkan oleh PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS), BUMD Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA). “Baru-baru ini Direksi Pelindo sudah melakukan pertemuan pertama dengan PT SMS untuk membahas rencana investasi di KEK TAA,” ujar GM PT Pelindo II (persero) Cabang Palembang, Agus Hendrianto, kemarin (2/3).
Dikatakan, pihaknya mengakui cukup berminat menjadi operator Pelabuhan Tanjung Carat. “Hasil diskusi bersama, pihak Direksi sepakat tentang pentingnya rencana pelabuhan Tanjung Carat bagi Provinsi Sumsel. Dan kami akan support,” terang Agus. Namun karena Pelindo ini BUMN tentu saja harus melakukan kajian lebih lanjut terutama terkait commercial feasibility-nya.
“Mudah-mudahan kepastiannya bisa selesai tahun ini juga,” jelasnya. Saat ini, Pelindo II sendiri menjadi operator Pelabuhan Boom Baru. Hanya saja, pelabuhan itu saat ini sudah tidak efisien lagi. Kalau pembangunan Jembatan Musi III dan VII terlaksana, itu akan menutup jalan kapal-kapal besar untuk melintas masuk ke Pelabuhan Boom Baru.
“Kapal-kapal kargo itu tinggi, jadi susah melintas di bawah jembatan,” ujarnya.
Tak hanya itu, pendangkalan Sungai Musi dan mahalnya biaya pengerukan. “Posisi Boom Baru di tengah kota, kapasitas tak memadai lagi hanya 7 juta ton, sementara permintaan kiriman kargo tersebut bertambah,” imbuhnya.
Tetapi, walaupun suatu hari Tanjung Carat jadi dan dioperasikan, bukan berarti Boom Baru akan pindah. “Keberaadan Boom Baru ke depan akan dilihat dengan kajian sendiri,” jelasnya. Bagaimana pelabuhan kargo TAA sendiri, Agus menyebut itu hanya untuk kargo barang. “Tidak cocok untuk peti kemas karena draft sungainya dangkal,” imbuhnya.
Direktur Utama PT SMS, I Gusti Bagus (IGB) Surya Negara menerangkan secara prinsip Pelindo II sudah oke jadi operator. “Sebelumnya Pelindo itu sudah studi kelayakan Pelabuhan Tanjung Carat, makanya RIP dari Menhub sudah terbit,” kata dia.
 
Hanya saja untuk melakukan reklamasi sendiri tidak feasible karena menggunakan cara konvensional dan biayanya mahal.
Kalau sekarang kan PT SMS yang menyiapkan lahan, sebab Pelabuhan Tanjung Carat ini akan menjadi bagian dari KEK TAA untuk menunjang lalu lintas barang baik perdagangan dalam negeri maupun luar negeri. “Kalau kita akan gunakan teknologi kapal keruk, kerja sama dengan Boskalis International (Belanda),” cetusnya.
Tinggal Pelindo nanti bangun pelabuhan. “Kita siapkan lahan matang dan dermaga seluas 510 hektare. Kita jual Rp4 juta per meter,” tuturnya. Sejauh ini, target penyelesaian tahap awal (infrastruktur) KEK TAA hingga kemarin (2/3) sudah 70 persen, dari target yang ditetapkan Dewan Nasional KEK Juni 2018.
“Salah satunya pembebasan lahan 217 hektare sampai Juni, saat ini sudah 152 hektare yang sudah dibebaskan. Jadi hanya sisa 65 hektare lagi,” bebernya. Selain itu, pematangan lahan on progress. Untuk pembangunan jalan akses kawasan 350 hektare, dan kantor administrator ada semi permanen, listrik, jaringan telekomunikasi dan internet sudah ada.
“Untuk kantor administrator dan gedung perkantoran akan kami bangun dari bahan fortakem yang bisa bongkar pasang. Saat ini sudah selesai sebagian di Surabaya,” imbuhnya.
Mulai pengapalan ke Sumsel April nanti. Sejauh ini sudah ada 11 investor yang sudah MoU mau masuk KEK TAA dan ada 160 perusahaan yang prospek. “Setelah operasional Juni 2018, kita akan mulai pembangunan bertahap. Target operasional penuh 2021, pabrik-pabrik sudah lengkap,” bebernya.
Chairman PT Sriwijaya Tanjung Carat (STC), ETS Putera, menambahkan reklamasi bakal dikerjakan Boskalis Internasional bersama puluhan kontraktor swasta dan BUMN. Setelah pelabuhan internasional ini jadi, Sumsel akan menjadi provinsi besar,” sebutnya. Tanjung Carat punya kapasitas lebih dari 10 juta ton dan kapal-kapal besar 200 ribu DWT pun bisa masuk.
MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY



Leave a Reply