Ma'ruf Amin Diminta Ukur Ucapan, PPP: Sudirman Said Terlalu Sensitif

Arsul Sani/Foto: dok. PPP

Jakarta – Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said mengingatkan perkataan cawapres Ma’ruf Amin seharusnya terukur karena pernah menjadi ‘pimpinan ulama tertinggi’. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin Arsul Sani membela mantan Rais Aam PBNU tersebut.

“Lho justru pertanyaannya adakah pernyataan KMA (Kiai Ma’ruf Amin) yang oleh pihak netral dianggap tidak terukur? Rasanya kan tidak ada. Paling yang ada adalah masukan atau saran tentang tema-tema yang dianggap lebih tepat untuk disuarakan oleh KMA (Kiai Ma’ruf Amin). Jadi soal fokus, bukan soal terukur atau tidak berbasis sensitifitas,” kata Arsul Sani yang juga merupakan Sekjen PPP kepada wartawan, Selasa (1/1/2019).

Dalam kesempatan sebelumnya, Sudirman Said yang merupakan Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menilai seharusnya Ma’ruf Amin berhati-hati dalam berbicara. Hal itu disampaikan Sudirman untuk menanggapi pernyataan Ma’ruf yang dianggap menyerang personal Prabowo.

Kembali ke Arsul Sani, dia mengatakan pernyataan Ma’ruf Amin menunjukan sosok capres pertahana Jokowi sudah membangun kemaslahatan atau kemanfaatan bagi masyrakat. Kemudian Jokowi juga tidak pernah melakukan penculikan dan penganiayaan terhadap orang lain. 

“Sensitifitas SS (Sudirman Said) malah rugikan PS (Prabowo Subianto). Ucapan KMA (Kiai Ma’ruf Amin) bahwa Pak Jokowi sosok yang membangun kemaslahatan bagi banyak orang, dan tidak pernah menculik atau melakukan penganiayaan terhadap orang lain, semestinya tidak perlu ditanggapi secara sensitif oleh SS (Sudirman Said),” tutur Arsul.

Selain itu, Arsul mengatakan ucapan Ma’ruf Amin tersebut tidak menuduh dan menyebut siapa yang pernah melalukan perbuatan penculikan dan penganiayaan. Jika Sudirman Said merespon ucapan tersebut justru publik terbuka terhadap Prabowo. 

“KMA (Kiai Ma’ruf Amin) kan tidak menuduh atau menyebut siapa-siapa yang pernah melakukan itu, yakni peculikan atau penganiayaan. Ketika SS (Sudirman Said) sebagai petinggi BPN PAS (Prabowo-Sandi) merespon, malah terbuka persepsi publik untuk mengasosiasikan soal penculikan dan penganiayaan dengan Pak Prabowo,” jelas Arsul.

Lebih lanjut, Arsul menyebut saat ini TKN Jokowi-Ma’ruf Amin selalu menganut asas praduga tak bersalah dan tidak pernah mengungkit kasus penculikan tahun 1998. 

“Padahal sampai saat ini kami yang di Paslon #01 tetap menganut asas praduga tak bersalah dengan tidak mengungkit-ungkit soal kasus penculikan dan penganiayaan tahun 1998 dimana Pak Prabowo disebut-sebut,” tutur dia.

Sebelumnya, Ma’ruf Amin memuji Jokowi yang dia anggap sudah memberikan dampak positif ke masyarakat melalui program pembangunan infrastruktur hingga kesejahteraan bagi masyarakat. Menurut Ma’ruf, apa yang dilakukan Jokowi selalu positif.

“Menurut saya (Jokowi) positif semua, mana ada beliau menculik orang, menganiaya orang, nggak pernah, membunuh orang, nggak pernah. Dia (Jokowi) hanya melaksanakan tugas-tugas pemerintahan. Dia (Jokowi) membangun kemaslahatan, membangun, memanfaatkan dan menghilangkan kerusakan sehingga kebaikan, baik membawa kebaikan bagi masyarakat,” kata Ma’ruf di Pandeglang, Banten.(fai/fjp)



Leave a Reply