Buntut Panjang Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo

Jakarta – Hoax tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara berbuntut panjang. Dampaknya, Wasekjen Demokrat Andi Arief dilaporkan ke polisi, hingga muncul pengakuan dari Andi jika rumahnya di Lampung digeledah polisi.

Kasus ini bermula saat Andi melalui akun Twitternya meminta agar kabar adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok itu dicek. Cuitan itu kini sudah dihapus.

Kabar hoax yang beredar itu menyebut ada 70 juta surat suara yang sudah dicoblos di nomor urut 01 dalam tujuh kontainer. Di rekaman itu juga menyebutkan surat suara itu berasal dari China dan sudah disita TNI AL.
Setelah mengecek langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok, KPU memastikan jika kabar adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, adalah bohong. “Tidak ada, itu tidak benar, tidak ada TNI AL yang menemukan itu dan tidak benar KPU telah menyita,” ujar Ketua KPU Arief Budiman seusai sidak di Tanjung Priok, Rabu (2/1/2019), malam.

Mendagri Laporkan ke Bareskrim Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Setelah dipastikan bahwa kabar tersebut adalah hoax, berbagai pihak langsung merespons. Pada Kamis (3/1) lalu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mendatangi Bareskrim Polri dan mengaku akan membuat laporan terkait hoax 7 kontainer surat suara tercoblos.

“Mau mengadukan saya,” ujar Tjahjo di Bareskrim, gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat.

Tjahjo juga tidak menjawab saat disinggung pelaporan terkait dengan kabar hoax 7 kontainer yang membawa surat suara yang sudah dicoblos.

“Ya, intinya mau mengadukan berita yang merusak demokrasi kita,” kata dia.

KPU Laporkan Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos ke Bareskrim

KPU melaporkan hoax surat suara tercoblos ke Bareskrim Polri. KPU mengatakan akan melawan pihak yang mengganggu proses pemilu.

“Kami memiliki kewajiban untuk membuat pemilu ini berjalan aman, damai, luber, jurdil. Maka kalau ada ancaman-ancaman tindakan-tindakan yang mengganggu jalannya pemilu, maka KPU akan melawan,” ujar Ketua KPU Arief Budiman di kantor Bareskrim Polri, gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/1).

Polda Metro Ikut Selidiki Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Polda Metro Jaya ikut turun menyelidiki kasus hoax 7 kontainer surat suara tercoblos. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya mengerahkan tim cyber crime untuk menyelidiki siapa penyebar pertama informasi hoax tersebut.

“Ya tentunya ini kita akan melakukan penyelidikan oleh tim cyber, nanti kita akan mencari siapa yang pertama kali meng-upload, nanti siapa yang pertama dan dimana,” kata Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (3/1).

Relawan Jokowi Laporkan Politikus A soal Hoax Surat Suara Tercoblos

Relawan Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang tergabung dalam Negeriku Indonesia Jaya melaporkan tiga pihak yang diduga terkait dengan beredarnya hoax soal 7 kontainer berisi surat suara yang telah dicoblos. Salah satunya politikus berinisial A.

“Saya relawan yang berkepentingan terhadap pilpres ini, di mana saya melihat ada satu berita hoax yang tentunya harus saya sikapi dan kemudian kami laporkan persoalan ini ke sini karena kami menginginkan adanya pilpres atau pileg yang bersih tanpa hoax, itu yang kita harapkan,” ujar tim advokasi relawan, Suhadi, di Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/1).

Suhadi mengatakan ada tiga pihak yang dilaporkan. Salah satunya seorang politisi berinisial A, yang menurutnya terlibat dalam penyebaran berita bohong tersebut.

“Inisialnya pertama A, kedua A dan, ketiga yang ada di rekaman suara yang tersebar. Jadi kita serahkan ke penyidik untuk ditelusuri siapa orang yang berada dalam rekaman itu,” ujar Suhadi yang memamerkan sebagian bukti laporan polisinya (LP). Suhadi menutupi bagian LP yang memuat pihak terlapor.

“(Politisi berinisial A ini) Ya patut dilaporkan karena perbuatannya yang menyebarkan berita, menurut saya belum ada kepastian kebenarannya terus disiarkan,” lanjut Suhadi. 

Andi Arief Dipolisikan Timses Jokowi

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin melaporkan Wasekjen Demokrat Andi Arief ke Bareskrim Polri karena diduga menyebar berita bohong soal isu adanya tujuh kontainer yang membawa surat suara tercoblos. TKN menilai cuitan Andi seperti menuduh pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Jadi kami hadir di sini merasa berkepentingan karena penyebaran dan cuitan dari salah satu pengurus Partai Demokrat yang sepertinya menuduh paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf,” ujar direktur TKN Jokowi-Ma’ruf Bidang Advokasi dan Hukum, Ade Irfan Pulungan, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/1).

Ade mengatakan pemberitaan surat suara tercoblos dapat menimbulkan kegaduhan dalam proses menuju Pemilu 2019. Andi Arief, kata Ade, diduga mendapatkan sumber suara adanya isu tersebut melalui grup WA. Oleh karena itu, dia meminta Bareskrim juga menyelidiki grup WA Andi Arief.

“Kita meminta Bareskrim segera memeriksa WA group yang dia (Andi Arief) katakan dalam cuitannya itu. Dia kan mengatakan mendapatkan informasi dari WA group-nya. WA group yang mana itu, itu yang harus dia buktikan, apakah dia mendapatkan informasi dari satu WA group atau banyak. Di handphone kita kan banyak WA group. Nah, itu sumbernya siapa,” ucapnya. 

Polri Bentuk Tim Penyidik Selidiki Hoax Surat Suara Tercoblos

Mabes Polri langsung membentuk tim penyidik untuk menyelidiki kasus hoax surat suara 7 kontainer di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tim penyidik ini bertugas untuk menganalisa dan memanggil saksi terkait kasus yang membuat geger jagat perpolitikan.

“Tim penyidik baru dibentuk hari ini, tim penyidik untuk melakukan pemeriksaan secara tuntas, dan komprehensif terhadap peristiwa pidana tersebut. Data laporan dari KPU ataupun dari relawan-relawan dengan bukti dan data yang dibawa akan dilakukan analisa,” ujar Karopenmas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi detikcom, Jumat (4/1)

Polri Amankan 2 Orang Terkait Hoax Surat Suara Tercoblos

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengamankan 2 orang terkait penyebaran hoax 7 kontainer surat suara tercoblos. Kedua orang itu diamankan di Bogor, Jawa Barat, dan Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Saat ini sudah diamankan 2 orang, yaitu di Bogor dan Balikpapan,” kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, JakarDalam laporannya, Wahyudi menduga ada pelanggaran UU ITE yang dilakukan oleh tiga pemilik akun twitter tersebut. “Dalam laporan kami terkait UU ITE,” ujarnya.

“Kami mendukung kepolisian, KPU dan Bawaslu agar persoalan ini tidak kemana-mana, apalagi suasana politik saat ini sudah makin panas mendekati coblosan. Kami berharap polisi agar segera mengusut apakah benar peristiwa seperti isi tiga akun twitter itu sehingga Pemilu setelah berakhir tidak jadi masalah lagi, tidak jadi persoalan baru,” lanjutnya. ta Selatan, Jumat (4/1).

Kedua orang tersebut berinisial HY dan LS. Mereka ikut menyebarkannya ke media sosial.

“Di Bogor inisialnya HY, dia perannya menerima konten, kemudian ikut memviralkan, yang kedua namanya LS, yang di Balikpapan, sama menerima konten tidak dicek langsung diviralkan,” ujarnya.

Andi Arief Mengaku Rumahnya di Lampung Digeruduk Polisi

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengaku rumahnya yang berada di Lampung digeruduk. Andi meminta Presiden Joko Widodo menghentikannya.

“Rumah saya di Lampung digeruduk dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik-baik kalau saya diperlukan,” kata Dalam laporannya, Wahyudi menduga ada pelanggaran UU ITE yang dilakukan oleh tiga pemilik akun twitter tersebut. “Dalam laporan kami terkait UU ITE,” ujarnya.

“Kami mendukung kepolisian, KPU dan Bawaslu agar persoalan ini tidak kemana-mana, apalagi suasana politik saat ini sudah makin panas mendekati coblosan. Kami berharap polisi agar segera mengusut apakah benar peristiwa seperti isi tiga akun twitter itu sehingga Pemilu setelah berakhir tidak jadi masalah lagi, tidak jadi persoalan baru,” lanjutnya. Andi via Twitter. Andi mengizinkan tweet-nya dikutip.

Dimintai konfirmasi, Andi menyebut rumahnya yang digeruduk berlokasi di Kedaton, Bandar Lampung. Andi mengaku diberi kabar soal penggerudukan rumahnya oleh seorang kerabat.

“Rumah saya di Lampung yang di Kedaton. Orang yang di Lampung telepon,” sebut Andi.

Namun pengakuan Andi Arief itu dibantah langsung oleh Polda Lampung. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih menyatakan rumah yang didatangi itu bukan milik Andi Arief lagi.

“Tidak ada gerebek ya, tidak ada penindakan oleh Krimsus Cyber ya, yang ada itu sambang, bukan rumahnya Andi Arief, itu sudah dijual sejak 2014,” kata Sulis saat dihubungi detikcom, Jumat (4/1).

Polisi dikatakan Sulis, menyambangi rumah itu untuk bersilaturahmi ke pemilik sekarang, Yusrizal.

“Kalau polisi kan silaturahmi sambang kan maksud dan tujuannya banyak, Mas. Tidak penindakan ya, di berita itu penindakan itu tidak benar ya,” tuturnya.

Screenshot Cuitan Ustaz Tengku Zulkarnain Soal Hoax Surat Suara Tercoblos Viral

Screenshot cuitan Ustaz Tengku Zulkarnain terkait hoax surat suara yang tercoblos viral. Cuitan Zulkarnain juga dikritik Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, salah satunya Abdul Kadir Karding.

Karding mem-posting tangkapan layar akun yang berisi cuitan akun @ustadtengkuzul soal hoax surat suara tercoblos. Karding menyebut Zulkarnain ikut menyebarkan hoax jika cuitan itu benar adanya. Berikut ini isi cuitan Zulkarnain:

“7 kontainer surat suara Pemilu yang didatangkan dari China sudah tercoblos untuk pasangan nomor 01? (Menyebut salah satu stasiun TV, red). Nampaknya Pemilu sudah dirancang untuk curang? Kalau ngebet banget apa tidak sebaiknya buat surat suara permohonan agar capres yang lain mengundurkan diri saja? Siapa tahu mau,” tulis akun @ustadtengkuzul.

Zulkarnain membenarkan pernah mencuitkan hal tersebut. Ia menjelaskan maksud dan tujuannya ingin meminta klarifikasi soal kebenaran kabar surat suara yang tercoblos.

“Saya di situ kan nanya. Kan ada tanda tanyanya,” ujar Zulkarnain kepada wartawan, Jumat (4/1/2019).

Saat itu, Zulkarnain mengaku merekam pemberitaan dari salah satu stasiun TV swasta dengan telepon genggamnya mengenai kabar surat suara yang tercoblos. Zulkarnain pun menyertakan tanda tanya di cuitannya. Namun ia menghapus cuitan tersebut karena tidak ingin menimbulkan kegaduhan.

“Maka saya pakai tanda tanya. Masa nggak boleh tanya? Itu pun 2 menit saya hapus. Kan 7 kontainer saya hapus karena murid saya bilang ‘jangan Pak Kiai, nanti ribut.’ Saya cabut. Saya cuma upload 2 sampai 3 menit. Yang nyebar itu mereka,” kata Zulkarnain.

Setelah menghapus cuitan tersebut, Zulkarnain menulis ulang yang intinya kabar surat suara tercoblos tidak benar. “KPU Pastikan Berita 7 Kontainer surat suara asal China tidak benar. Sudah dicoblos nomor 01 tidak benar (Menyebut salah satu stasiun TV, red),” demikian tulisan Zulkarnain yang sudah diperbarui.

3 Akun Medsos Dilaporkan ke Polda DIY soal Hoax Surat Suara Tercoblos

Anggota Lembaga Bantuan Hukum dan Studi Kebijakan Publik (LBH SIKAP) Yogyakarta, Wahyudi Sapta Putra, melaporkan 3 akun media sosial ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkait kabar 7 kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos.

“Kami melaporkan tiga akun twitter @AndiArief_, @GHOSTHUNTER1745 dan @afrizalanoda, yang akun ini menurut saya sangat merugikan dari persoalan-persoalan yang ada di masyarakat sekarang soal kabar 7 kontainer berisi surat suara tercoblos di Tanjung Priok,” kata Wahyudi kepada wartawan seusai melapor di Mapolda DIY, Jumat (4/1).

Dalam laporannya, Wahyudi menduga ada pelanggaran UU ITE yang dilakukan oleh tiga pemilik akun twitter tersebut. “Dalam laporan kami terkait UU ITE,” ujarnya.

“Kami mendukung kepolisian, KPU dan Bawaslu agar persoalan ini tidak kemana-mana, apalagi suasana politik saat ini sudah makin panas mendekati coblosan. Kami berharap polisi agar segera mengusut apakah benar peristiwa seperti isi tiga akun twitter itu sehingga Pemilu setelah berakhir tidak jadi masalah lagi, tidak jadi persoalan baru,” lanjutnya. (nvl/idn)




Leave a Reply