Rektor UGM Dapat 7 Pertanyaan Terkait Dugaan Maladministrasi, Apa Saja?


Rektor UGM, Panut Mulyono di kantor ORI DIY. Foto: Usman Hadi


Yogyakarta – Rektor UGM, Panut Mulyono, memenuhi panggilan pertama lembaga Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY terkait dugaan maladministrasi penanganan kasus dugaan perkosaan mahasiswi. Dalam pemanggilan itu Panut mengaku mendapat tujuh pertanyaan dari pimpinan ORI DIY.

“Oh, pertanyaannya kalau awalnya Pak Kepala (ORI DIY) bilang tujuh, tapi kalau diskusi kan ya berkembang,” ujar Panut kepada wartawan usai menghadiri pemanggilan di Kantor ORI DIY, Selasa (8/1/2019).

Panut menjelaskan, ketujuh pertanyaan tersebut berkaitan dengan prosedur penanganan kasus dugaan pemerkosaan mahasiswi KKN UGM yang terjadi pertengahan 2017 lalu.

“Ya prosedur penanganan dari awal sampai akhir yang di situ kemarin Pak Kepala (ORI DIY) masih kurang informasi tentang misalnya tanggal, dari tanggal sekian sampai tanggal sekian ada kekosongan (penanganan),” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Panut Mulyono menghadiri pemanggilan pertama ORI DIY. Pemanggilan tersebut berkaitan dengan dugaan maladministrasi penanganan kasus perkosaan mahasiswi KKN UGM.

Kasus dugaan perkosaan mahasiswi KKN UGM kini sudah masuk tahap penyidikan Polda DIY. Penyidik Polda DIY rencananya akan berangkat ke Maluku untuk oleh TKP kejadian. 

“Pekan ini kita akan berangkat ke Maluku, penyidik akan olah TKP,” ujar Direktur Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo di Mapolda DIY, Sleman, Senin (7/1).(sip/sip)



Leave a Reply