PBB Nol Koma di Survei Alvara, Yusril: Memicu Kami Koreksi Diri


Yusril Ihza Mahendra (Ari Saputra)


Jakarta – Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mengaku biasa saja dalam menyikapi hasil survei Alvara yang menyebut elektabilitas partainya cuma 0,3%. Menurutnya, hal itu bakal dijadikan pemicu untuk mengoreksi diri.

“Bagi PBB, hasil survei itu disikapi dengan perasaan biasa-biasa saja. Kalau hasilnya bagus, kami juga tidak akan gembira lalu kemudian terlena. Sebaliknya juga kalau hasilnya buruk, kami juga takkan berkecil hati, tetapi akan memicu kami untuk melakukan self koreksi agar berbuat lebih baik lagi,” kata Yusril kepada detikcom, Jumat (11/1/2019) malam.

Dia mengatakan hasil survei ditentukan banyak faktor, dari metode hingga orang-orang yang menjadi responden. Kalimat yang digunakan dalam mengajukan pertanyaan juga menurutnya bisa mempengaruhi hasil survei.

Yusril tak mempermasalahkan keberadaan survei tersebut. Dia hanya berharap survei itu tidak dijadikan alat propaganda untuk membangun opini yang kemudian dijadikan alat untuk membenarkan kecurangan.

“Survei boleh-boleh saja, asal hasil survei itu jangan dijadikan sebagai bahan propaganda membangun opini, yang kemudian dijadikan sebagai sarana untuk menjustifikasi kecurangan,” ucapnya.

Dalam survei Alvara, PBB disebut mendapat elektabilitas 0,3%. Survei dilakukan pada periode 11-24 Desember 2018 dengan metode multistage random sampling

Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka (face-to-face interview) kepada 1.200 responden terpilih dari 34 provinsi di Indonesia denganmargin of error 2,88 persen. Hasilnya, 3 partai teratas dihuni oleh PDIP dengan elektabilitas 28,3% diikuti Partai Gerindra 17,3% dan Partai Golkar 9,9%. (haf/haf)



Leave a Reply