- January 21, 2019
- Posted by: admin
- Category: Berita

Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) terus lahirkan dan siapkan petani muda generasi milenial yang berdaya saing tinggi.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Momon Rusmono mengatakan, salah satu upaya mencetak generasi muda yang mandiri, profesional dan berdaya saing tinggi adalah dengan mentransformasikan Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STTP) menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) bertaraf internasional dengan kurikulum yang memadai sebagai lembaga vokasi.
Transformasi ini didesain untuk mencetak milenial tani profesional yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan memiliki sertifikasi internasional,” ujar Momon di Jakarta, Sabtu (19/1), seperti dikutif dari rmolsumsel.com
Namun dengan kian pesatnya perkembagan
di era milenial saat ini, lanjutnya, tantangan yang dihadapi generasi
muda bisa dikatakan juga kian kompleks, akibat kemudahan akses informasi
yang ditopang internet dan media sosial ibarat dua sisi mata uang.
Di satu sisi bisa menumbuhkan iklim kreatif dan semakin luasnya
pengetahuan, tapi di sisi lain, berpotensi menyebabkan dekadensi moral
dan spiritual.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kepala Pusat
Pendidikan Pertanian-BPPSDMP, Kementan Idha Widi Arsanti mengungkapkan
bahwa peran orangtua, guru, dan dosen sebagai pengawas dan pengarah,
menjadi sangat penting agar generasi muda memiliki pondasi moral yang
kuat di dalam diri.
Generasi muda harus bisa membedakan mana
yang baik dan buruk yang bisa menjamin masa depan generasi muda
Indonesia tetep cerah, ujar Idha.
Lebih lanjut Idha menyebutkan
bahwa saat ini dibutuhkan revitalisasi elemen-elemen pendidikan yang
mampu menangkal dan menyaring pengaruh buruk yang berpotensi masuk ke
dalam diri generasi muda. Salah satu elemen yang dibutuhkan generasi
muda pertanian saat ini adalah Penguatan Pendidikan Karakter.
Untuk itu pada tahun 2017 Kementan melalui BPPSDMP menyelenggarakan
Pelatihan Bimbingan Teknis dan Bimbingan Asuh bagi Pengasuh Mahasiswa
Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Sekolah Menengah
Kejuruan Pertanian Pembangunan dan nantinya akan dilanjutkan pada tahun
2019.
Pendidikan karakter merupakan pendekatan langsung untuk
pendidikan moral dengan memberi pelajaran kepada peserta didik tentang
pengetahuan moral dasar untuk mencegah mereka melakukan perilaku tidak
bermoral atau membahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain dan juga
membentuk karakter peserta didik menjadi SDM yang tangguh, handal dan
professional.
Dalam waktu singkat penandatanganan naskah
kerjasama antara BPPSDMP dan Gubernur Akademi Militer (AKMIL) akan
dilaksanakan secara konkrit melalui Pelatihan Bela Negara, Pola Asuh dan
pendidikan karakter serta manajemen, jelas Idha.
