Pesan untuk Salah: Setop Diving Jika Liverpool Ingin Juara


Mohamed Salah diminta mengurangi aksi diving-nya (Jason Cairnduff/Reuters)


Liverpool – Mohamed Salah diminta untuk mengurangi aksi tipu-tipunya di atas lapangan. Jika Salah sampai dihukum maka peluang juara Liverpool bisa terancam.

Salah sedang disorot habis akibat tuduhan diving belakangan ini. Terakhir Salah melakukan aksi itu saat Liverpool menang 4-3 atas Crystal Palace.

Saat berada di kotak penalti, Salah yang dijaga Mamadou Sakho tiba-tiba terjatuh meski tak mendapat pelanggaran berarti dari bek Palace tersebut. Salah lantas sempat bersitegang dengan Sakho sebelum dipisahkan oleh pemain lain.

Aksi Salah seperti ini juga muncul saat dia jadi penentu kemenangan di kandang Brighton & Holve Albion 1-0 pekan lalu. Penalti yang dieksekusi olehnya juga hadir setelah terlibat duel dengan Pascal Groos di kotak terlarang.

Dan insiden pertama yang membuat Salah dilabeli tukang diving adalah pada laga kontra Newcastle United di Boxing Day. Dia tiba-tiba terjatuh saat coba melewati hadangan Paul Dummett yang cuma memberinya sedikit sentuhan.

Christ Sutton, eks striker Blackburn Rovers saat juara Premier League 1994, menyarankan agar Salah tak lagi-lagi mengulangi aksi tidak terpujinya itu. Sebab wasit sewaktu-waktu bisa memberi kartu kuning, kartu merah, dan kemungkinan mendapat sanksi tambahan dari FA.

Jika ini terjadi, maka Liverpool yang akan merugi mengingat mereka tengah memuncaki klasemen dan bersaing memperebutkan gelar juara dengan Manchester City. Apalagi Salah adalah top skorer tim musim ini dengan 19 gol di seluruh kompetisi.

“Setiap Mohamed Salah diving, dia akan mengancam peluang Liverpool menjuarai Premier League,” tutur Sutton dalam kolomnya di Daily Mail.

“Dia terjatuh saat menghadapi Crystal Palace dan itu adalah kedua kalinya dia terjatuh dengan mudahnya setelah bulan lalu,” sambungnya.

“Dia mendapat penalti saat menghadapi Newcastle pada Boxing Day setelah berpura-pura terjatuh hanya karena sentuhan kecil Paul Dummett.

“Jika dia terus diving, dia berisiko mendapat skorsing dua laga dari FA. Liverpool hanya butuh dua kali terpeleset agar Manchester City kembali di posisi terdepan dalam perebutan juara.”

“Akan sangat disayangkan jika orang membicarakan aksi divingnya, bukan gol-golnya, dalam persaingan paling seru menuju gelar juara ini,” demikian Sutton. (mrp/nds)



Leave a Reply