Pengirim Tabloid 'Indonesia Barokah' via Pos Sembunyikan Identitas


Temuan tabloid ‘Indonesia Barokah’ di Blora (Foto: Arif Syaefudin)

Blora – Tabloid ‘Indonesia Barokah’ dikirim melalui pos ke para takmir masjid di Blora, Jateng. Alamat tujuan ditulis lengkap, namun pengirimnya menyembunyikan identitas.

Komisioner Bawaslu Blora, Sugie Rusyono, menjelaskan sejauh ini telah terlacak 240 masjid di 12 kecamatan di Blora menerima kiriman tabloid politik tersebut. Setiap masjid menerima masing-masing satu amplop yang berisikan 3 eksemplar tabloid.

“Di amplop itu sudah tertera nama-nama masjid yang dituju termasuk alamatnya. Namanya ya pengurus takmir masjid apa, alamatnya di mana, begitu. Pengirimannya kan lewat pos, diatur sendiri tulisannya (oleh pengirim),” terang Sugie Rusyono, Rabu (23/1/2019).

Sugie menjelaskan, setiap masjid menerima masing-masing satu amplop yang berisikan 3 eksemplar tabloid. Kini, sebagian besar pengurus telah menyerahkan tabloid tersebut kepada Bawaslu Blora, baik secara langsung ataupun melalui pemerintah desa setempat.

“Sebagian besar sudah diserahkan pribadi masing-masing masjid kepada jajaran Bawaslu yang ada di tingkat kecamatan. Setelah pengurus masjid itu menerima kiriman dari kantor pos, ada yang dibaca, ada yg tidak, langsung diserahkan kepada pengawas. Ada juga yang diserahkan ke balai desa kemudian baru ke kami,” katanya.

Di sisi lain, Bawaslu mengakui kesulitan untuk melacak siapa pengirimnya. Sebab, pengirim tidak mencantumkan nama jelas ataupun alamat pastinya. Hanya menggunakan kode yang disediakan oleh pihak kantor pos.

“Pengirimnya tidak terlacak, karena kan dengan kode portofolio,” kata Sugie. (mbr/mbr)





Leave a Reply