ACT Sumsel Himbau Masyarakat Bantu Korban Banjir di Gowa

BP/IST
Banjir di Gowa

Palembang, BP

Hujan deras yang terjadi sejak Selasa  (22/1) dinihari, hingga Selasa Sore, mengakibatkan debit air di Bendungan Bili-bili meningkatkan hingga 101,39 meter. Alhasil, wilayah di Kabupaten Gowa pun terendam Banjir, ribuan orang kini terpaksa harus mengungsi.

Berdasarkan data yang terhimpun oleh Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), hingga tadi malam tercatat 7 kecamatan di Kabupaten Gowa terdampak banjir, sebanyak 3.534 jiwa mengungsi, 11 orang meninggal, 10 orang dinyatakan hilang dan Ribuan Rumah Terendam.

Secara geografis, Kabupaten Gowa memang dilalui oleh banyak aliran sungai besar, total ada 15 sungai. Sungai dengan luas daerah terbesar ialah Sungai Jeneberang, dengan luas 881km persegi, dengan panjang sungai utama 90km.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, selain faktor curah hujan yang tinggi, dibukanya bendungan terbesar yang ada di Kabupaten Gowa, yakni Bendungan Bili-bili, menyebabkan volume air Sungai Jeneberang pun meningkat, hingga akhirnya meluap ke pemukiman warga.

Menanggapi hal ini, Branch Manager ACT Sumsel, Ardiansyah mengatakan bahwa ia beserta timnya telah melakukan konsolidasi tadi malam (23/01) untuk membantu bencana yang terjadi di Kabupaten Gowa, Sulsel.

“Menanggapi musibah yang terjadi di Gowa, hari ini ACT Sumsel melakukan Aksi Peduli Gowa, melalui aksi ini kami mengajak masyarakat Sumsel untuk turut serta membantu Saudara-saudara kita disana, Karena mengaca pada daerah kita sendiri, Sumsel khususnya kota Palembang juga termasuk daerah yang rawan banjir, jadi insyaallah dengan adanya niat baik kita untuk saling membantu, saat kita membutuhkan bantuan, Saudara kita disana pun tentu melakukan hal yang sama” sahutnya, Kamis (24/1).

Berikhtiar yang baik untuk sesama, ACT Sumsel masih terus membuka posko kemanusiaan untuk Bencana yang terjadi di Indonesia, termasuk Sulsel dan Tsunami Selat Sunda. Buka setiap hari dari jam 08.00 hingga 20.00 .#osk



Leave a Reply