Sinkronisasi Program, Gubernur HD Ciptakan Gerakan Sambang Kota/Kabupaten

Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar silaturahmi dan sinkronisasi program pembangunan dengan Pemerintah Kota Palembang di kediaman pribadi Gubernur Sumsel Jalan Villa HD Gandus Palembang, Kamis (24/1/2019).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi antara Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang dalam pelaksanaan pembangunan khususnya di Palembang.

Dalam kata sambutannya, Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengungkapkan  sejak menjabat sebagai Gubernur Sumsel ia berkeinginan membuat gerakan khusus yakni sambang kota dan sambang kabupaten yang artinya mendatangi pemerintah Kabupaten dan Kota guna mensinkronisasi program pembangunan di Sumsel.

“Satu persatu akan saya datangi 17 Kabupaten dan Kota, kita ingin dengan sinkronisasi ini kebijakan yang diambil ada manfaat langsung bagi masyarakat karena saya ingin seluruh program pembangunan di Sumsel ini bermuara kepada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Herman Deru.

Menurutnya, dalam membangun dan memajukan sebuah Provinsi tidak mungkin bisa terwujud jika pemerintah daerah bekerja sendiri-sendiri melainkan harus bersama sama dan komprehenship.

“Saya ingin kita sepakat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Saya mengajak kerja nyata, pasti akan membuahkan hasil yang signifikan se-segera mungkin untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar HD.

Dalam kesempatan itu, Gubernur HD juga menanggapi beberapa isu yang disampaikan Walikota Palembang terkait genangan air ketika hujan, kemacetan dan rencana penataan sungai Sekanak yang akan menjadi destinasi wisata Kota  Palembang.

“Kita semua tau kalau hujan lebih dari 3 jam Palembang pasti stuck. Selain upaya dari pemerintah perlu juga meningkatkan kesadaran masyarakat dengan terus memberikan edukasi, salah satunya melalui peran para ulama yang nasihatnya banyak didengar masyarakat. Ulama bisa mengedukasi untuk mengajak masyarakat khususnya yang bermukin di pinggir sungai agar tidak buang sampah sembarangan,” terangnya.

Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo menyampaikan beberapa isu yang ada di kota Palembang yang perlu menjadi pedoman dan perlu mendapat bantuan maupun dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumsel.

Pertama masalah genangan air, dimana dibeberapa titik dikota Palembang mengalami banjir ketika hujan, diketahui bersama salah satu penyebabnya pelaksanaan pembangunan LRT. Untuk itu Pemkot Palembang mengharapkan dukungan dalam penyelesaian pembangunan pompanisasi di beberapa titik di Kota Palembang.

Kemudian, isu pembangunan Sungai Sekanak yang ditargetkan Pemkot Palembang pada tahun 2023 akan dicanangkan sebagai destinasi wisata kota Palembang. Sungai Sekanak akan dijadikan sebagai sarana trasnportasi, sementara, disisi kiri dan kanan sungai akan dibuat pedestrian. “Dana yang diperlukan sekitar 254 Milyar untuk merestorasi sungai sekanak yang luasnya mencapai 3.000 Hektare,” ungkapnya.

Menjawab isu kemacetan di Kota Palembang, Harnojoyo menjelaskan bahwa saat ini kemacetan di jembatan Ampera sudah terurai 40 persen sejak pembukaan jembatan Musi IV. “Sebagai langkah antisipasi kemacetan lainnya, Pemkor Palembang merencanakan pada tahun 2020 akan dibanungun Underpas di persimpangan Rumah Sakit Charitasn” katanya.

“Selain beberapa isu tersebun, kita jiga terus melaksanakan program Sholat Subuh berjamaah untuk mengajak masyarakat memakmurkan masjid dan gotong royong setiap minggu dilaksanakan, tujuannya untuk mengajak masyarakat perduli terhadap lingkungan tempat tinggal masing-masing seperti tidak membuang sampah di sungai,” terang Harnojoyo.

Turut hadir dalam acara ini pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi dan Kota Palembang hadir lengkap di acara tersebut. Bahkan, hadir juga Ketua TP PKK Provinsi Sums el Hj. Febrita Lustia HD dan Ketua TP PKK Kota Palembang Hj. Selviana Harnojoyo.



Leave a Reply