Cawapres Sandiaga Kunjungi Lokasi dan Korban Banjir Makassar


Foto: Ibnu Munsir


Makassar – Cawapres Sandiaga Uno mengunjungi korban banjir di Jalan Malangkeri, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Sandiaga mendengarkan curhat warga dan menawarkan solusi. 

Pantauan detikcom, Sabtu (26/1/2019), Sandiaga berdiskusi dengan ratusan korban banjir di Makassar. Sandiaga juga menjawab pertayaan warga yang mengeluh rumahnya terendam air dan minim bantuan.

Sandiaga menyampaikan rasa prihatinnya melihat kondisi banjir yang terjadi di Sulsel. “Pertama-tama kami betul-betul merasa prihatin. Saya melihat pada saat di Jawa Barat, saudara kita di Makassar dan Gowa dan juga di beberapa Kabupaten tertimpa banjir dan hari ini di Makassar. Saya minta Erik Horas berdialog bagaimana pasca bencana ini bukan hanya membantu mereka tapi bagaimana menanggulangi potensi dan risiko bencana di masa mendatang,” kata Sandiaga Uno, di Makassar, Sabtu (26/1/2019).

Sandiaga bahkan menawarkan adanya lembaga setingkat kementerian yang fokus pada penaganan bencana di Indonesia agar 
lebih sigap dan siap menghadap risiko bencana yang akan terjadi. 

Menurut dia, 70 persen kesuksesan menghadapi bencana disebabkan kesiapsiagaan segenap pihak, termasuk aparat dan pemerintah.

“Prabowo-Sandi satu agenda utama karena negeri ini penuh potensi dab risiko bencana, kami akan tingkatkan kesigapan dan sigaan masyarakat menghadapi bencana dengan kementeriaan lembaga setingkat kementerian yang akan menangulangi bencana kita. Jadi bencana banjir dan baru saja Jakarta kebakaran. Bagaimana ini sigap siaga karena 70 persen sukses kami menghadapi bencana bagaimana kesiapan dan kesigapan dari pada masyarakat, aparat dan pemerintah sebagainya,” jelasnya.

Sandiaga menyebut jika penanganan bencana bukan hanya pada makanan dan pakaian para korban banjir. Tapi yang utama ialah penataan kawasan pemukinan warga khususnya yang ada di bantaran sungai.

“Kami dorong hari ini mudah-mudahan dengan kunjungan ke sini bisa dapat aspirasi masyarakat apa saja dibutuhkan, bukan saja baju dan makanan tapi membangun rumahnya, bagaimana penataan di kemudian hari,” paparnya.

Oleh karena itu, Sandiaga mendorong penuh pemerintah dengan menguatkan lembaga terkait bencana, khususnya BPBD di daerah dengan mengingkatkan anggaran besar agar penanganan kebencanaan bisa tuntas.

“Karena negeri ini penuh potensi risiko, kami harus masyarakat siap siaga dan risiko sangat besar apalagi hidup di bantaran sungai. Saya sepakat anggaran pemerintahan kuat bisa mendanai kesigapan dan kesiapan kami menghadapi bencana dini dan kalau BPBD harus betul berarti diberikan anggaran yang cukup,” tutupnya.
(aan/aan)



Leave a Reply