Disaster Healing dan Pengenalan Permainan Tradisional: Memperkuat Semangat Siswa di Cianjur Pasca bencana

Cianjur, –Program Studi Doktor Linguistik Terapan, Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan kegiatan  disaster healing dan pengenalan permainan tradisional  dengan tujuan untuk membangkitkan semangat anak-anak  pasca  gempa 5,6 Magnitudo pada November 2022 lalu. Kegiatan ini diadakan di SDN Sukmajaya, sebuah sekolah dasar yang terletak di Kampung Garogol, Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten  Cianjur.

Bapak Ahmad Muzaki, mahasiswa Program StudiDoktorLinguistikTerapan dan coordinator kegiatan, memimpin  tim dengan penuh  antusiasme. Beliau juga dikenal sebagai Founder Taman Baca AM Edu center di Meruyung, Kota Depok, yang telah lama berdedikasi untuk meningkatkan literasi masyarakat. Melalui kegiatan ini, Bapak Ahmad Muzakidan tim berharap dapat  memberikan keceriaan dan semangat baru bagi siswa SDN Sukmajaya pasca  bencana.

Acara tersebut  dihadiri pula oleh Guru Besar Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr.Ninuk Lustyantie, M.Pd., dan Prof. Dr.Zuriyati, M.Pd. sekaligus memberikan sambutan dan menyalurkan tanda mata dari Program DoktorLinguistikTerapan UNJ. Penyerahan cendera mata itu diterima oleh Kepala SDN Sukmajaya, Bapak Ade Rahmat, S.Pd., dan perwakilan guru, Ibu Heni Sri Rahayu, M.Pd.

                  Gambar  Penyerahan Cenderamatadari Guru Besar UNJ

Kepala SDN Sukmajaya, Bapak Ade Rahmat, S.Pd., dan perwakilan guru, Ibu Hepi Sri Rahayu, M.Pd., dengan hangat menyambut tim kegiatan. Mereka menyadari pentingnya mendukung pemulihan siswa-siswanya pasca bencana yang  mengguncang mereka. Kehadiran tim kegiatan ini diharapkan  dapat  membantu mengembalikan semangat siswa dan menghilangkan trauma yang mereka alami.

Kegiatan hari ini difokuskan pada pengenalan permainan tradisional Indonesia yang telah menjadi bagian  penting  dari warisan budaya negara ini. Siswa-siswa SDN Sukmajaya diperkenalkan dengan beberapa permainan klasik seperti congklak, bekel/beklas, tapak gunung,, kelereng, dan lompat tali. Tujuan dari kegiatan ini tidak hanya untuk menghibur siswa, tetapi juga untuk memperkenalkan mereka pada aspek tradisional budaya yang mungkin belum mereka ketahui sebelumnya.

Suasana keceriaan  semangat terpancar dari wajah-wajah anak-anak saat mereka terlibat dalam kegiatan permainan tradisional. Sebelum memulai permainan, acara diawalidenganice breaking yang meriah, di mana siswa menyanyikan lagu-lagu, yel-yel, serta permainan-permainan bertema kebersamaan yang mengunggah semangat mereka. Melalui nyanyian-nyanyian ini, siswa dapat mengekspresikan perasaan mereka dan memperkuat rasa solidaritas di antara satu sama lain.

Tidak hanya mengenalkan permainan tradisional, kegiatan ini juga memberikan semangat dengan mendistribusikan berbagai macam makanan dan susu kepada siswa. Hal ini bertujuan untuk memberikan kebahagiaan dan keceriaan ekstra dalam mengikuti kegiatan permainan tradisional. Dengan  perut kenyang dan senyum di wajah mereka, siswa dapat menikmati setiap momen dan menyerap nilai-nilai positif yang terkandung dalam permainan tradisional.

Para siswa terlihat sangat bahagia dan antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka menunjukkan semangat dan ketertarikan yang besar terhadap permainan-permainan tradisional. Lebih dari sekadar hiburan, permainan-permainan tersebut juga mengajarkan nilai-nilai seperti kerjasama, keuletan, dan rasa saling menghargai.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu memulihkan semangatsiswa SDN Sukmajaya dan mengembalikan kehidupan normal mereka setelah bencana yang mereka alami. Melalui pengenalan permainan tradisional dan upaya yang dilakukan oleh Program Studi Doktor Linguistik Terapan, Universitas Negeri Jakarta, diharapkan siswa dapat merasakan keceriaan, memperkuat persatuan, dan menjaga kelestarian budaya Indonesia.

Program Doktor Linguistik Terapan Universitas Negeri Jakarta terus berkomitmen untuk terus mendukung pemulihan siswa-siswa yang terkena dampak bencana. Mereka berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk terlibat dalam upaya pemulihan pasca bencana dan memperkuat semangat generasi muda dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Penulis: Fauzi Rahman (Mahasiswa Program DoktorLinguistikTerapan, UNJ)



Leave a Reply