- May 9, 2024
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita
Palembang – Kepribadian yang ramah yang merupakan ciri khas komunikasinya, membuat Sri Rahayu menjadi lebih dekat dengan kalangan perempuan terutama penggerak usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Sumatera Selatan (Sumsel).
Seiring berjalannya waktu, akhirnya Sri Rahayu mendapatkan julukan sebagai ’emaknya’ UMKM Sumsel. Hal ini tidak terlepas dari perannya sebagai ketua dari FORKETAS (Forum Komunikasi Ketua Komunitas UMKM Sumatera Selatan), merupakan forum yang menaungi 28 asosiasi UMKM di Sumsel dengan jumlah anggota mencapai dua ribuan unit UMKM.
Dikarenakan Sri Rahayu yang juga merupakan tenaga pendidik di Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), tidak heran dalam kesehariannya beliau sangat dekat dengan pelaku UMKM. Selain berkolaborasi dengan banyak pihak yang memiliki visi dan misi yang sama, ia juga berkeinginan agar UMKM di Sumsel terus maju dan berkembang.
“Pengalaman menaungi UMKM memang beragam, unik karena menghadapi banyak karakter manusianya,” ujar Sri Rahayu
“Saya ingin agar semua UMKM mendapatkan informasi yang sama sebagai modal upaya pengembangan usaha. Hal ini yang menjadi dasar Forum Kebersamaan Komunitas UMKM Sumsel, atau disingkat Forketas,” sambungnya.
Saat ini UMKM di Sumsel sudah makin terorganisir dalam forum-forum yang dinaungi Forketas.
“Forketas juga banyak menjadi mentor pendamping sekaligus me-review mengenai marketing, produk sekaligus ada juga dari lembaga keuangan dan akuntasi. Meski baru (Forketas), sudah bisa sejajar dengan forum lainnya,” ucapnya.
Dia menceritakan kalau Palembang terutama Sumsel memiliki banyak potensi pengembangan UMKM, mulai dari makanan khas, kain tradisional sampai potensi jasanya.
“Bagaimana misalnya pempek bisa go internasional, alat vakumnya juga ada yang khusus. Dan misalnya memasarkan pempek lebih hiegienis, praktis, makin terkenal dan punya daya rasa yang standar,” ucap Sri yang juga menceritakan jika sang suami pun mendukung penuh kecintaannya pada UMKM.
Sri pun bercerita bagaimana beliau membagi waktu di sela-sela kegiatan mengajar atau bahkan libur di akhir pekan, juga menghabiskan waktu mengunjungi umkm-umkm.
“Saya pun fokus agar dinas pemerintahan baik dari hilir dan hulu memiliki data lengkap mengenai katagori UMKM di Sumsel agar kemudian program merata. Jangan sampai, UMKM yang menerima manfaat hanya UMKM-UMKM yang sama,” tutupnya mengakhiri perbincangan.
