- September 10, 2024
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita, Info Bisnis
Morning – • Bursa saham Wall Street naik lebih dari 1% pada hari Senin setelah aksi jual minggu sebelumnya. Investor menunggu laporan inflasi dalam beberapa hari mendatang dan keputusan kebijakan The Fed berikutnya pada minggu depan. Sebanyak sebelas sektor industri utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan barang konsumsi diskresioner memimpin kenaikan, naik 1,63% diikuti oleh industri, yang naik 1,56%.
• Para pelaku pasar telah menghadapi berbagai ketidakpastian tentang keputusan suku bunga The Fed pada 18 September mendatang. Meskipun, suasana pasar pada perdagangan kemarin relatif lebih optimis. Menurut analis, beberapa investor akan kecewa jika The Fed hanya memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Tetapi, jika pemangkasannya sebanyak dua kali lipat, mereka khawatir bahwa The Fed memiliki kekhawatiran besar tentang ekonomi. Data inflasi besok diharapkan dapat membantu menginformasikan apakah The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 atau 50 bps. Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada bulan Agustus diperkirakan naik sebesar 2,6% (yoy) dan tetap sebesar 0,2% (mom). Laporan IHK akan diikuti oleh data harga produsen pada hari Kamis.
• Beberapa saham perusahaan besar turut mempengaruhi pergerakan bursa saham AS. Harga saham Boeing naik 3,4% setelah pembuat pesawat dan serikat pekerja terbesarnya mencapai kesepakatan sementara yang mencakup lebih dari 32.000 pekerja, mencegah kemungkinan pemogokan. Harga saham Palantir naik 14% dan Dell Technologies naik 3,8% setelah berita yang dikeluarkan Jumat malam menyebutkan bahwa mereka akan bergabung dengan indeks S&P 500 pada 23 September mendatang. Pasar juga mencermati rilis produk terbaru Apple, yaitu iPhone 16. Perdagangan saham Apple Inc relative lesu pada hari Senin. Harga saham Apple ditutup naik hanya 0,04% setelah sebelumnya turun hampir 2% saat meluncurkan iPhone 16 yang didukung kecerdasan buatan. Peluncuran ponsel Apple yang telah lama ditunggu-tunggu ini terjadi beberapa jam setelah saingannya dari China, Huawei, mulai mengumpulkan pesanan untuk ponsel terbarunya Mate XT.
*Domestic Highlights*
Perkembangan dari pasar saham domestik menunjukkan IHSG pada Senin (9/9) ditutup melemah 0,25% (dtd) ke posisi 7.702,74 dari penutupan sebelumnya pada level 7.721,85. Nilai transaksi pada hari kemarin sebesar Rp10,72 triliun, dengan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp12,62 triliun. Sementara itu, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp251,63 miliar. Secara akumulatif, investor asing membukukan net buy senilai Rp31,24 triliun sejak awal tahun. Rupiah berdasarkan kurs Bloomberg terdepresiasi ke level Rp15.455/USD dari sebelumnya Rp15.365/USD.
Beberapa perkembangan dari dalam negeri lainnya, yaitu:
• BI: Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2024 tercatat sebesar 124,4. Angka tersebut tercatat naik dibandingkan bulan Juli 2024 yang sebesar 123,4.
• OJK: Pemulihan daya beli di Indonesia berlangsung cukup lambat. Oleh karena itu, OJK mengimbau para pelaku di sektor jasa keuangan untuk memonitor downside risk secara berkala.
• OJK akan mengambil alih pengaturan dan pengawasan asset kripto dari Bappepti selambat-lambatnya pada Januari 2025. Hal tersebut merupakan tindak lanjut berdasarkan keputusan yang ada dalam UU PPSK.
• OJK: Nilai transaksi aset kripto periode Januari hingga Agustus 2024 tercatat naik sebesar 354% (yoy) menjadi Rp344,09 triliun. Sejalan, jumlah investor turut meningkat dari 20,24 juta pada Juni 2024 menjadi 20,59 investor per Juli 2024.
• Kemenkeu akan mengimplementasikan coretax system untuk mendukung otomasi pembayaran pajak. Adapun sistem tersebut memakan biaya sebesar Rp549,39 miliar dan akan mulai diimplementasikan pada Desember 2024.
*Corporate Highlights*
• TRIN mencatatkan marketing revenue sebesar Rp1,1 triliun hingga akhir Agustus 2024. Adapun perolehan tersebut telah mencapai 91% dari target tahun 2024 emiten yang sebesar Rp1,2 triliun.
• GOLF membukukan pendapatan sebesar Rp63,49 miliar pada semester I-2024. Perolehan tersebut naik tipis dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yang sebesar Rp63,45 miliar.
• HRTA berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2024 sebesar Rp1 triliun. Dana hasil penerbitan tersebut akan digunakan emiten untuk memperluas jaringan toko ritel, penjualan emas batangan, dan melunasi sebagian pokok obligasi.
• GEMS akan membagikan dividen sejumlah USD150 juta pada 13 September 2024. Adapun pembayaran dividen tersebut berasal dari laba bersih emiten pada semester I-2024 yang mencapai USD316,9 juta.
• WSKT menandatangani Master Restructuring Agreement (MRA) dengan nilai sebesar Rp26,3 triliun. Restrukturisasi ini akan dimulai efektif pada September 2024 dengan tujuan untuk mengakselerasi laju penyehatan perseroan.
Terima kasih
