- December 4, 2025
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita
Global Highlights: Wall Street Menguat, Fokus ke Gubernur The Fed Baru
Wall Street Ditutup Positif: Indeks utama Wall Street berhasil ditutup menguat pada Rabu (3/12). Meskipun saham Microsoft sempat turun hingga 3% setelah laporan target penjualan perangkat lunak AI, penurunan tersebut terpangkas menjadi sekitar 1,8% setelah perusahaan membantah laporan itu. Hal ini membantu mengangkat S&P 500 dan Nasdaq kembali ke zona hijau. Namun, sektor teknologi tetap tercatat melemah 0,2%. Sebaliknya, sektor energi menjadi pendorong utama penguatan, didukung oleh kenaikan harga minyak.
Spekulasi Gubernur The Fed: Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan akan mengumumkan pilihannya untuk gubernur baru The Fed pada awal 2026. Nama Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat pengganti Jerome Powell, memicu spekulasi lebih lanjut tentang kepemimpinan bank sentral AS berikutnya. Trump menyebut telah mempertimbangkan sekitar 10 kandidat.
Aktivitas Jasa China Melambat: Aktivitas sektor jasa di China tumbuh dengan laju terlemah dalam lima bulan terakhir. Data ini memperkuat kekhawatiran tentang lemahnya permintaan konsumen yang membebani ekonomi, meskipun sektor jasa tetap menjadi titik terang di tengah isu deflasi dan rendahnya kepercayaan pasar konsumen.
Domestic Highlights: IHSG Melemah Tipis, Rupiah Menguat
IHSG Melemah Tipis: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (3/12) ditutup melemah tipis 0,06% (dtd) ke posisi 8.611,79. Nilai transaksi hari itu mencapai Rp21,26 triliun, di atas rata-rata harian Rp17,28 triliun.
Aksi Investor Asing: Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp70,41 miliar pada perdagangan Rabu. Namun, secara akumulatif sejak awal tahun, investor asing masih membukukan net sell signifikan senilai Rp29,18 triliun.
Rupiah Terapresiasi: Nilai tukar Rupiah berdasarkan kurs Bloomberg tercatat sedikit menguat ke level Rp16.622/USD dari sebelumnya Rp16.623/USD.
Perkembangan Kebijakan Domestik:
Revisi UU P2SK: Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai revisi UU P2SK sebagai katalis penguatan sektor keuangan, bertujuan meningkatkan inklusivitas, memperkuat pengawasan, serta mendorong akses pembiayaan dan inovasi.
Transmisi Suku Bunga: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa transmisi penurunan suku bunga BI-Rate mulai terasa di perbankan, menekan yield SBN, biaya dana, dan suku bunga simpanan-pinjaman yang mendorong bunga kredit dan deposito turun bertahap.
Ekspansi Moneter BI: Bank Indonesia (BI) melakukan ekspansi moneter dengan membeli SBN senilai Rp290 triliun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, melengkapi penurunan suku bunga dan transaksi likuiditas lainnya.
Kenaikan Batas Free Float: OJK dan DPR sedang membahas kenaikan batas minimum free float saham. Kebijakan ini dipertimbangkan untuk meningkatkan likuiditas, pendalaman pasar, dan menarik lebih banyak investor.
Peningkatan Penggunaan BI Fast: BI melaporkan penggunaan BI Fast meningkat pesat karena biaya transfer yang lebih efisien. Transaksi melonjak hingga 4,5 miliar sejak 2021 dan diprediksi mencapai 13 miliar pada 2030.
🏢 Corporate Highlights: Laba Naik dan Pembagian Dividen
RISE: Mencatatkan lonjakan laba bersih 102,49% (yoy) menjadi Rp51,92 miliar hingga Kuartal III-2025, seiring kenaikan pendapatan usaha.
MSTI: Akan membagikan dividen interim sebesar Rp50,23 miliar (setara 16,18% dari laba per 30 September 2025), dibayarkan pada 29 Desember 2025.
RAJA: Membukukan laba bersih USD17,75 juta per 30 September 2025, turun 8,31% (yoy), terutama dipengaruhi oleh rugi selisih kurs meskipun laba kotor dan laba usaha meningkat.
DSSA: Mencatat penurunan laba bersih 27,31% (yoy) menjadi USD177,24 juta selama sembilan bulan 2025, salah satunya akibat penurunan laba kotor.
ARCI: Akan membagikan dividen interim sebesar Rp499,83 miliar, atau setara dengan Rp20,13 per saham, dibayarkan pada 16 Desember 2025.
