- January 23, 2026
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita
Palembang – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel) melalui Satuan Pelayanan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, melakukan pemeriksaan dan sertifikasi terhadap 95.400 butir benih kelapa sawit yang siap diekspor ke Peru.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Karantina Sumsel dalam menjamin kualitas komoditas pertanian lokal agar mampu bersaing dan memenuhi standar ketat di pasar internasional.
Penjaminan Mutu dan Bebas Marasmius sp.
Fokus utama dari pemeriksaan ini adalah memastikan benih kelapa sawit tersebut memenuhi persyaratan teknis negara tujuan. Secara khusus, otoritas Karantina Peru mensyaratkan benih harus bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), terutama jamur Marasmius sp.
Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap protokol kesehatan tumbuhan adalah kunci utama keberhasilan ekspor.
“Karantina Sumsel memastikan setiap komoditas ekspor, termasuk benih kelapa sawit, memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan negara tujuan untuk menjaga kepercayaan pasar internasional,” ujar Sri Endah dalam keterangan resminya, Jumat (23/1/2026).
Detail Proses Pemeriksaan
Pemeriksaan dilakukan secara intensif oleh Analis Perkarantinaan Tumbuhan Ahli Muda, Anggie Kharisma Midhariani, dengan mencakup tiga tahapan utama:
Verifikasi Dokumen: Memastikan legalitas dan kelengkapan administrasi.
Pemeriksaan Fisik: Melihat kondisi visual benih secara langsung.
Pengujian Laboratorium: Menguji kesehatan benih sesuai standar karantina untuk mendeteksi keberadaan OPTK.
Berdasarkan hasil rangkaian pemeriksaan tersebut, seluruh benih dinyatakan sehat dan bebas dari Marasmius sp., sehingga layak untuk diterbangkan ke Peru.
Ekspor kali ini juga didukung oleh sistem birokrasi yang modern. Selain telah mengantongi izin impor (import permit) dari Peru, seluruh proses layanan menggunakan mekanisme Single Submission Quarantine Customs (SSmQC).
Sistem yang terintegrasi ini dirancang untuk:
Mempermudah proses pengajuan bagi pelaku usaha.
Mempercepat waktu pelayanan di bandara.
Meningkatkan transparansi seluruh proses karantina dan kepabeanan.
Komitmen Mendukung Ekspor NasionalKarantina Sumsel terus berkomitmen melindungi sumber daya alam hayati sekaligus mendorong percepatan ekspor. Sinergi antara profesionalisme petugas karantina dan kepatuhan pelaku usaha diharapkan dapat terus meningkatkan daya saing komoditas unggulan Sumatera Selatan di kancah global.
