Sinergi Kemanusiaan Jelang Ramadhan: Budayantara dan Forwan Sambangi Yayasan Humaniora

Jakarta – Semangat kepedulian dan nilai-nilai kemanusiaan terasa hangat menyelimuti kawasan Cibubur pada Rabu (28/1). Gamal Putra, SE, Dewan Penasehat Forum Wartawan Hiburan Indonesia (Forwan), melakukan kunjungan silaturahmi ke Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan.

​Kunjungan ini disambut langsung oleh Eddie Karsito, sosok inspiratif di balik Yayasan Humaniora. Eddie, yang dikenal luas sebagai sineas, penggiat seni budaya, sekaligus wartawan senior, telah lama mendedikasikan hidupnya untuk pergerakan sosial.

​Wadah Pengabdian yang Nyata

​Di bawah tangan dingin Eddie Karsito, Yayasan Humaniora telah melahirkan berbagai ruang pengabdian yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, antara lain:

​Sanggar Humaniora: Pusat pembinaan seni dan karakter.

​Rumah Singgah Bunda Lenny: Ruang kepedulian bagi mereka yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan.

​Rumah Budaya Satu-Satu (RBSS): Wadah pelestarian budaya sekaligus aksi sosial.

​Dialog Budaya dan Pesan Kemanusiaan

​Momentum yang berlangsung menjelang bulan suci Ramadhan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Budayantara, yakni Masdjo Arifin dan Yoyok Abidin, serta Kelana Muda dari Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW).

​Dalam diskusi yang penuh keakraban, Eddie Karsito membedah dinamika dunia kewartawanan masa kini dan peran krusial budaya sebagai perekat sosial. Ia menegaskan bahwa pers, seni, dan budaya memiliki tanggung jawab moral yang sama: menjaga empati dan memperkuat solidaritas.

​”Kepedulian dan berbagi adalah nilai yang harus terus dirawat, terlebih menjelang Ramadhan. Apa yang dilakukan Humaniora adalah teladan nyata kemanusiaan,” ujar Gamal Putra di sela-sela kunjungan.

​Komitmen Berbagi

​Sebagai bentuk dukungan nyata, Gamal Putra menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program Yayasan Humaniora, termasuk rencana mendonasikan barang-barang layak pakai yang bermanfaat bagi para penerima manfaat di yayasan tersebut.

​Pertemuan ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi sesaat, melainkan menjadi pemantik kolaborasi berkelanjutan antara insan pers, penggiat budaya, dan aktivis kemanusiaan dalam menebar kebaikan bagi sesama.



Leave a Reply