- January 30, 2026
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita
Bagi grup band asal Cikarang, Jawa Barat ini, sebuah permintaan foto bersama bukan sekadar narsisme. Di balik jepretan kamera para penggemar, tersimpan pasokan energi baru yang memicu semangat Aesthetic untuk terus eksis dan berkarya di belantika musik Indonesia.
Solidaritas dari Pinggiran Jakarta
Lahir dari proses panjang selama delapan tahun, Aesthetic berdiri kokoh di bawah bendera musikalitas lima personelnya:
Vokal: Muhammad Rafie Muzaki
Gitar: Naufal Tala Musthofa
Gitar: Juan Fernanda
Bass: Elbert Suhut
Drum: Khairul Kusuma
Momen titik balik mereka terjadi saat mereka menyadari bahwa musik mereka memiliki tempat di hati pendengar.
”Tanpa bermaksud sombong, kami pernah punya pengalaman haru. Penggemar sampai antre hanya untuk foto bersama kami. Dari situlah kami sadar bahwa musik Aesthetic benar-benar diterima,” ungkap Rafie haru.
Totalitas Tanpa Batas
Kesadaran itu dibayar tuntas dengan kerja keras. Rafie, vokalis yang lahir dari pasangan Danil Imam Anshori dan Reny Oktavianty ini, bercerita bahwa Aesthetic tidak main-main dalam urusan produksi. Mereka pernah menghabiskan waktu 12 jam nonstop di dalam studio demi meramu aransemen yang sempurna.
Perjalanan mereka pun penuh warna—mulai dari panggung kafe ke kafe, hingga mengikuti berbagai festival band. Bahkan, ada memori unik sekaligus getir saat mereka masih remaja.
”Dulu pernah ikut lomba atas nama sekolah. Pas menang, ada oknum guru yang minta ‘pengertian’ dari hadiah kami. Akhirnya kami urunan Rp200 ribu per orang sambil dongkol. Sekarang kalau diingat lagi, itu jadi cerita lucu masa remaja,” kenang Rafie sambil tertawa.
Target Besar: “Sisa Suara” dan Ekspansi Jawa-Bali
Saat ini, Aesthetic tengah gencar mempromosikan single andalan mereka bertajuk “Sisa Suara”. Lagu-lagu mereka memang dirancang dengan standar ganda: enerjik untuk aksi panggung, namun tetap manis untuk kebutuhan soundtrack sinetron.
Tak hanya itu, Aesthetic juga menyuguhkan tembang “Lakara”, sebuah lagu yang merangkum kenangan masa sekolah dengan balutan warna musik pop yang kental.
Rencana Terdekat:
Promosi: Fokus menyisir wilayah Jawa hingga Bali.
Karya Baru: Sedang mencari momentum tepat untuk merilis lagu religi di tengah kesibukan jadwal yang padat.
Meski jadwal semakin padat, Aesthetic berkomitmen untuk tetap “tancap gas”. Bagi mereka, keterbatasan waktu bukanlah penghalang, melainkan tantangan untuk membuktikan bahwa band asal Cikarang ini layak diperhitungkan di kancah nasional.
