- April 9, 2026
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita
Oalembang, 9 April 2026 – Optimisme global kembali menyelimuti pasar keuangan setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen positif ini mendorong penguatan signifikan pada indeks Wall Street dan memberikan katalis kuat bagi pasar domestik, dengan IHSG mencatatkan kenaikan harian yang impresif.
Pasar Global: Diplomasi Meredam Volatilitas
Indeks Wall Street ditutup menguat tajam menyusul berita gencatan senjata berdurasi dua minggu antara AS dan Iran. Langkah diplomatik ini dipicu oleh respon Teheran terhadap permintaan Perdana Menteri Pakistan dan proposal 15 poin dari Washington.
Sektor Industri Memimpin: Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 melonjak di atas 2%. Sektor industri menjadi motor utama penguatan.
Energi Tertekan: Di tengah euforia pasar, sektor energi menjadi satu-satunya yang melemah akibat penurunan harga minyak mentah setelah Iran menyatakan kesiapan membuka kembali Selat Hormuz.
Fokus The Fed: Risalah rapat Maret menunjukkan pejabat bank sentral mulai bersikap hawkish. Meskipun suku bunga dipertahankan di level 3,50%–3,75%, terdapat indikasi kuat bahwa kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk menekan inflasi agar kembali ke target 2%.
Pasar Domestik: IHSG dan Rupiah Terapresiasi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (8/4) melompat 4,42% ke level 7.279,21.
Aktivitas Pasar: Nilai transaksi mencapai Rp22,82 triliun dengan investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp632,91 miliar. Meski demikian, secara tahun berjalan (year-to-date), investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp35,60 triliun.
Nilai Tukar: Rupiah menguat ke posisi Rp17.010/USD, didukung oleh meredanya tensi geopolitik global.
Update Ekonomi Nasional
Cadangan Devisa: Posisi Cadev Indonesia tercatat sebesar USD148,2 miliar pada akhir Maret 2026. Penurunan sebesar USD3,7 miliar dari bulan sebelumnya disebabkan oleh langkah intervensi Bank Indonesia dalam menstabilkan nilai tukar.
Uang Primer: M0 Adjusted tumbuh 16,8% (yoy) menjadi Rp2.396,5 triliun, didorong oleh kenaikan giro bank umum di BI.
Kebijakan Ekspor: Pemerintah menargetkan revisi aturan DHE SDA efektif pada April 2026 untuk memperkuat ketahanan devisa dalam negeri. Sementara itu, Kemendag melakukan deregulasi ekspor timah, migas, dan batu bara guna memangkas hambatan birokrasi.
Target Pajak: Kemenkeu bersiap melakukan mobilisasi seluruh KPP untuk mengejar target penerimaan pajak 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.
Sorotan Korporasi
PTPP: Mencatatkan kontrak baru senilai Rp3,87 triliun per Februari 2026 (+32,96% yoy), didominasi proyek pemerintah (73%).
ROTI: Mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp450 miliar (Rp80,4/saham) yang akan dibayarkan pada 24 April 2026.
INTP: Resmi menyelesaikan aksi buyback saham dengan total serapan anggaran mencapai Rp437,87 miliar.
ITMA: Laba bersih tahun 2025 stabil di angka USD1,75 juta, meski pendapatan melonjak tajam 113,86% (yoy).
NETV: Masih menghadapi tekanan kinerja dengan penurunan pendapatan sebesar 60,45% dan mencatatkan rugi kotor sebesar Rp115,93 miliar pada tahun 2025.
