- May 16, 2026
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita
Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejauh ini dikenal sebagai sentra kopi, tembakau dan kakao. Cerutu kelas dunia sebagian diproduksi di kabupaten ini. Demikian juga kopi, Jember juga dikenal sebagai surganya kopi.
Menegaskan Jember sebagai sentra kopi di Indonesia, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koorwil Jawa Timur, menggelar Speciality Coffee, Tobacco & UKM/UMKM Fest di Alun-Alun Kabupaten Jember, 15 sampai 17 Mei 2026.
Event yang sudah berlangsung di tahun ketiga ini dibuka Jumat (15/5) oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauwzi.
Heru Satriyo, Ketua MAKI Jatim, mengatakan, Speciality Coffee, Tobacco & UKM/UMKM Fest menjadi kegiatan tahunan karena MAKI Jatim menganggap episentrum kopi dan tembakau ada di Jember.
“Kabupaten Jember sebagai episentrum kopi dan tembakau harus mendapat atensi dari Pemkab Jember, Pemprov Jatim dan pemerintah pusat,” kata Heru MAKI–sapaan Heru Satriyo.
Ditambahkan Heru MAKI, Jember sebagai episentrum kopi dan tembakau juga mendapat juga perhatian dari Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa.
“Nanti aplikasinya akan muncul sinergi positif antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Kabupaten Jember,” kata Heru MAKI.
Speciality Coffee, Tobacco & UKM/UMKM Fest Vol. 3 dimeriahkan 40 stand, dengan rincian 13 OPD di lingkungan Pemprov Jatim, sebanyak 28 stand merupakan stan UKM/UMKM di Jember. Menariknya 28 stand tersebut bisa mengikuti pameran secara gratis karena support 13 OPD tersebut.
Sementara itu Pj Sekda Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, menganggap MAKI Jawa Timur menjadi kanal yang menjadi penghubung kepentingan antara Pemprov Jatim dan Pemkab Jember dalam pemberdayaan UMKM.
“MAKI menjadi kanal bertemunya kolaborasi kepentingan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan kepentingan Provinsi Jember. Dan apa yang akan dinaikkan? UMKM. Ini adalah sektor yang paling vital,” ujarnya.
Dikakatannya, produk domestik bruto nasional sebesar 50% disubsidi oleh UMKM. Serapan 90% tenaga kerja di Indonesia juga disubsidi oleh UMKM.
Itu sebanya Imam menilai MAKI Jatim, sebagai NGO, membantu tugas bernegara. Yaitu, pertama, melakukan pertumbuhan ekonomi, kedua memberikan pekerjaan kepada masyarakat Indonesia. Tujuannya adalah mengentaskan kemiskinan. Ini paralel dengan tugas bersama berbangsa dan bernegara.
Sebelumnya Imam menyinggung bahwa tugas dan fungsi non goverment (NGO) atau LSM bukan hanya mengkritisi pemerintah, namun juga melakukan pemberdayaan (empowerment) kepada masyarakat.
“Saya apresiasi betul kepada MAKI Jatim, karena mengembalikan norma non goverment organization. Fokusnya adalah empowering atau pemberdayaan masyarakat, dan ini kembali kepada marwa. Luar biasa,” ujarnya.
Speciality Coffee, Tobacco & UKM/UMKM Fest Vol. 3 dimeriahkan lomba karaoke antar-OPD baik Jatim maupun Jember pada Jumat malam. Sedangkan Minggu pagi Fun Run yang diikuti 2290 peserta.( Kelana peterson)
