- June 16, 2026
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita
Jakarta – Industri musik Indonesia kembali kedatangan pendatang baru yang membawa kisah unik dan penuh makna. Band asal Jakarta, Tre Amor Vati, resmi memperkenalkan single perdana mereka berjudul “Perih”, sebuah lagu yang lahir dari perjalanan panjang persahabatan, kenangan masa muda, serta kecintaan terhadap musik yang tak pernah padam meski terhalang waktu.
Menariknya, lagu “Perih” bukanlah karya yang baru diciptakan. Lagu tersebut sebenarnya telah ditulis sejak tahun 2006 oleh gitaris sekaligus penciptanya, Tjipto Aditomo (Tommy). Namun, berbagai kesibukan dan perjalanan hidup masing-masing personel membuat karya tersebut tersimpan selama hampir dua dekade tanpa pernah dipublikasikan.
Kini, setelah 20 tahun berlalu, lagu itu akhirnya menemukan momentum untuk diperkenalkan kepada publik melalui Tre Amor Vati yang diperkuat oleh Ewing (Vokal), Tommy (Gitar 1), Didit (Gitar 2), dan Reggy (Drum).
Perjalanan panjang tersebut menjadikan “Perih” bukan sekadar sebuah lagu, melainkan simbol pertemuan kembali, persahabatan yang tetap terjaga, serta bukti bahwa karya yang lahir dari hati pada akhirnya akan menemukan jalannya untuk didengar.
Single “Perih” resmi dirilis pada 15 Juni 2026 bersamaan dengan peluncuran video liriknya di berbagai platform digital streaming. Momen peluncuran tersebut juga dirayakan melalui acara launching dan konferensi pers yang digelar di Emerald Tree Resto & Coffee Bar, Bintaro, Tangerang Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Tommy mengungkapkan harapannya terhadap karya perdana Tre Amor Vati.
“Kami berharap lagu ini dapat diterima oleh masyarakat musik Indonesia. Lagu ini menjadi representasi perasaan banyak orang tentang luka, kenangan, dan perjalanan hidup yang pernah mereka alami,” ujar Tommy.
Menurutnya, kisah di balik lahirnya “Perih” menjadi salah satu keunikan tersendiri. Lagu yang sempat terpendam selama 20 tahun itu akhirnya dihidupkan kembali ketika para personel dipertemukan pada awal tahun 2026 dan sepakat membentuk Tre Amor Vati.
“Perih menjadi simbol reuni, nostalgia, sekaligus pembuktian bahwa musik yang lahir dari hati akan selalu menemukan jalannya untuk didengar,” tambahnya.
*Mengangkat Kisah Luka dan Kenangan*
Secara musikal, “Perih” menghadirkan nuansa emosional yang kuat. Liriknya menggambarkan rasa kehilangan, luka batin, dan kenangan yang sulit dilupakan. Tema tersebut dipilih karena dianggap dekat dengan pengalaman banyak orang dalam menjalani dinamika kehidupan maupun perjalanan cinta.
Tre Amor Vati ingin menghadirkan karya yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga mampu menjadi teman bagi pendengarnya yang pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidup.
Melalui balutan musik yang melankolis namun tetap modern, band ini mencoba menghadirkan pengalaman emosional yang dapat membangkitkan nostalgia sekaligus memberikan ruang refleksi bagi para pendengar.
*Proses Produksi yang Serius*
Meski menjadi karya perdana, proses produksi “Perih” dilakukan secara serius dan profesional. Pengerjaan lagu berlangsung selama kurang lebih dua bulan.
Proses rekaman dilakukan di Odesa Studio Jakarta, salah satu studio rekaman yang memiliki sejarah panjang dalam industri musik Indonesia.
Sementara itu, proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Nico Veryandi yang berbasis di Bali. Sentuhan akhir tersebut berhasil memperkuat karakter emosional lagu sekaligus memberikan kualitas audio yang matang dan kompetitif untuk pasar musik digital saat ini.
Kehadiran Nico dalam proses pascaproduksi juga menjadi salah satu faktor yang membuat “Perih” terdengar lebih kaya secara musikal, tanpa menghilangkan esensi emosional yang menjadi kekuatan utama lagu tersebut.
*Awal Perjalanan Tre Amor Vati*
Perilisan “Perih” menjadi langkah awal perjalanan Tre Amor Vati di industri musik Indonesia. Meski tergolong pendatang baru, para personelnya bukanlah wajah asing dalam dunia musik. Pengalaman bermusik yang telah terbangun sejak masa muda menjadi modal penting dalam membentuk identitas dan karakter band ini.
Dengan mengusung semangat persahabatan, nostalgia, dan kecintaan terhadap musik, Tre Amor Vati berharap dapat terus menghadirkan karya-karya yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Melalui “Perih”, mereka ingin menunjukkan bahwa tidak ada kata terlambat bagi sebuah karya untuk lahir. Bahkan setelah tertunda selama 20 tahun, sebuah lagu masih dapat menemukan makna baru dan menyentuh hati pendengar lintas generasi.
Credit Title
Song & Lyrics : Tjipto Aditomo (Tommy)
Arranger : E.B. Egiptya (Ewing) & Reggy V. Jocom (Reggy)
Produced by : Tre Amor Vati
Recorded at : Odesa Studio – Jakarta
Mix & Mastered by : Nico Veryandi – Bali
Artwork : Zabava Indonesia
Media & Publicity : Zabava Indonesia
Media Sosial Tre Amor Vati
Instagram : @tre_amorvati_band
TikTok : @amorvatiband
YouTube : Tre Amor Vati Official.
// Kelana peterson
