- June 30, 2026
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita, Movie Trailer
Jakarta – Aktor Chandra Wahyu atau yang dikenal dengan sapaan Mr. Bonte resmi menuntaskan proses syuting film layar lebar Darah Terowongan Casablanca. Film bergenre drama, action, dan horor produksi Flyingstar Pictures bersama Piranha Pictures itu disutradarai Peppi Piona dan diproduseri Hendra.
Dalam film tersebut, Chandra dipercaya memerankan Afandi, seorang tabib bijaksana yang menjadi salah satu karakter penting dalam perjalanan cerita. Afandi digambarkan bukan sekadar sebagai penyembuh, tetapi juga sosok yang kerap menyampaikan petuah-petuah kehidupan yang menjadi penuntun bagi tokoh utama.
Chandra mengaku melakukan pendalaman karakter agar setiap dialog dan emosi yang disampaikan mampu terasa natural di layar.
“Saya ingin Afandi hadir sebagai sosok yang benar-benar hidup, bukan sekadar karakter yang mengucapkan dialog. Filosofi-filosofi yang ia sampaikan harus memiliki jiwa sehingga penonton dapat merasakan makna di balik setiap adegannya,” kata Chandra dalam keterangannya, Selasa (30/6).
Film Darah Terowongan Casablanca juga dibintangi Naya, Sultan, Jordy, Raoul, Margareta, Dinda, Dewi, dan Rivaldi. Menurut Chandra, film ini tidak hanya menawarkan ketegangan lewat adegan aksi dan horor, tetapi juga menghadirkan drama emosional yang kuat.
“Film ini sangat layak ditonton. Penonton akan dibuat tegang, diajak berpikir, sekaligus terbawa emosi hingga meneteskan air mata. Bang Peppi Piona sangat piawai meramu setiap adegan sehingga semuanya terasa hidup dan memiliki kekuatan emosional,” ujarnya.
Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Chandra adalah saat membangun chemistry dengan Naya yang memerankan Nadia. Ia menilai aktris muda tersebut mampu menampilkan emosi secara natural, terutama dalam adegan-adegan dramatis.
Sebaliknya, Naya mengaku kagum dengan totalitas Chandra selama proses syuting. Salah satu adegan di hari pertama produksi mengharuskan Chandra menggendong dirinya melewati jalur perbukitan yang panjang dan menanjak.
“Saya benar-benar salut sama Om Chandra. Walaupun usianya hampir 50 tahun, fisiknya luar biasa kuat. Om Chandra mampu menggendong saya melewati tanjakan yang cukup panjang tanpa mengeluh sedikit pun. Profesionalismenya benar-benar menginspirasi,” ujar Naya.
Chandra mengakui adegan tersebut menjadi tantangan fisik terberat yang dijalaninya selama proses produksi. Meski harus menggendong beban sekitar 55 kilogram di jalur menanjak, seluruh adegan dapat diselesaikan tanpa kendala berarti.
Ia menyelesaikan seluruh jadwal syuting dalam waktu lima hari, sementara proses produksi berlanjut untuk merampungkan adegan para pemain lainnya.
Menutup proses syutingnya, Chandra menyampaikan apresiasi kepada sutradara, pemain, dan seluruh kru yang dinilainya bekerja dengan penuh dedikasi dan profesionalisme.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain dan kru yang sudah bekerja luar biasa. Bang Peppi Piona juga memberikan ruang kepada para pemain untuk mengeksplorasi karakter masing-masing tanpa menghilangkan visi cerita. Saya tidak sabar melihat hasil akhirnya di layar lebar,” tuturnya.
Dengan rampungnya proses produksi, Darah Terowongan Casablanca diharapkan menjadi salah satu film Indonesia yang menyajikan perpaduan drama, aksi, dan horor dengan sentuhan pesan-pesan kehidupan yang kuat melalui karakter serta konflik yang dihadirkan.
