- August 2, 2026
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita
Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.A.P., mengajak ibu-ibu untuk lebih mengawasi anak-anaknya dari bahaya narkoba. Ini seiring dengan langkah Pemkab Sidoarjo tiada henti mensosialisasikan bahaya narkoba ke sekolah-sekolah.
Demikian dikatakan Mimik Idayana saat memberi sambutan senam bersama emak-emak memperingati Hari Anti Narkotika Internasional di halaman kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, Minggu (2/8) pagi.
Hadir di acara yang diprakarsai Mak-Mak Anti Narkoba Sidoarjo (Manasi) dan kosmopolitan.net ini Kepala BNN Sidoarjo Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto, S.H., Ketua Harian DPW Jawa Timur Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Bhayangkara Indonesia, Prof. Dr Siswanto, perwakilan Polresta Sidoarjo dan Kepala Bidang Kepemudaan Disparpora Kab. Sidoarjo, Rahmat Eko Firmansyah.
Senam massal dengan instruktur Reny Gingsul ini melibatkan ratusan anggota Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Sidoarjo.
Wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Sidoarjo ini meminta ibu-ibu untuk mengevaluasi frekuensi keintiman dengan anak-anaknya. Menurut Mimik, ibu-ibu di era teknologi digital seperti saat ini tidak total mendanpingi anak-anak.
“Kita mendampingi anak-anak tidak full 100%. Sebanyak 60% anak-anak di luar dan 40% anak-anak di samping kita. Tetapi terkadang kita sendiri lalai karena lebih konsentrasi pada HP sendiri. Ya atau tidak?” kata Mimik yang disambut “ya” peserta senam.
Dikatakan Mimik, saat ini dunia digital juga membawa dampak yang sangat parah dan meresahkan. Kalau ibu-ibu tidak maksimal mendampingi anak-anak yang menelan kerugian adalah ibu-ibu sendiri.
Selesai memberi sambutan Mimik memimpin deklarasi yang diikuti peserta senam. “Kami, emak-emak Sidoarjo bertekad memerangi dan melindungi generasi bangsa dari ancaman narkoba,” kata Mimik lantang.
Sementara itu Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto, saat memberi sambutan, mengingatkan bahwa saat ini anak-anak menjadi segmen pasar baru bagi produsen dan bandar narkoba.
“Bandar narkoba selalu mencari pasar baru. Pasar yang paling gampang pasar apa? Pasar anak. Makanya ibu-ibu pernah dengar narkoba dicampur dengan permen? Narkoba dicampur dengan jajan-jajan di sekolah-sekolah?” kata Gatot.
Itu sebabnya, lanjut Gatot, emak-emak harus selalu mengingatkan anak-anaknya. Selain itu juga rajin mengecek tasnya dan HP-nya. “Jadi Mak-Mak, sanggup ya memberikan perhatiannya kepada anak-anaknya,” seru Gatot yang disamput gegap-gempita peserta senam.
Gatot juga mengingatkan tentang bahaya vape yang sekarang seolah menjadi gaya hidup baru di masyarakat.
“Vape tanpa kandungan narkoba saja, istilahnya vape normal ya, karena itu cair, jelas ada kandungan kimianya. Yang kedua, nikotinnya juga tetap ada. Jangan berpikir kalau ini alternatif pengganti rokok konvensional. Ada nikotin dan senyawa logamnya. Itu kalau tidak dicampur narkoba, apalagi kalau sampai dicampur narkoba.
Mak-Mak Anti Narkoba Sidoarjo adalah wadah relawan ibu-ibu yang tergerak untuk melakukan aksi pencegahan penggunaan narkoba di rumah. Ibu adalah garda terdepan dalam pemberantasan narkoba.
//Kelana peterson
