- April 22, 2026
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita
Palembang, 21 April 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran sektor
jasa keuangan untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah (PED) berbasis
komoditas unggulan.
Hal itu diwujudkan dalam pelepasan ekspor produk turunan kelapa dan komoditas
lainnya yang dilakukan Wakil Ketua OJK Hernawan Bekti Sasongko bersama Gubernur
Sumatera Selatan Herman Deru dan Anggota Komisi XI DPR RI Bertu Merlas di Kantor
OJK Provinsi Sumatera Selatan Palembang, Selasa.Peresmian pelepasan ekspor secara
simbolik tersebut merupakan rangkaian Sultan Muda XporA 2026.
Pelepasan ekspor ini menjadi langkah nyata OJK dalam memperkuat peran pengusaha
muda Sumatera Selatan untuk menembus pasar global melalui penguatan ekosistem
keuangan inklusif dan sektor riil. Keberhasilan ini melanjutkan capaian program ekspor
sebelumnya yaitu komoditas kelapa sawit dan kopi beberapa waktu lalu.
“Pada pelaksanaan kegiatan ini, kita tidak hanya bicara tentang ekspor dan
pemberdayaan UMKM, akan tetapi juga mendorong peran daerah sebagai motor
pertumbuhan Indonesia, salah satunya melalui Program Pengembangan Ekonomi
Daerah,” kata Hernawan.
Menurutnya, program OJK Pengembangan Ekonomi Daerah sejalan dengan berbagai
program prioritas pemerintah termasuk mendorong kedaulatan pangan. Program ini akan
terus didorong untuk berkembang secara berkelanjutan dengan memperluas cakupan
wilayah dan meningkatkan variasi obyek unggulan sesuai dengan karakteristik daerah.
OJK juga mengapresiasi kolaborasi dan sinergi yang terjalin antara OJK, Pemda dan
seluruh stakeholders yang ada di Sumatera Selatan, sehingga program ini dapat
terlaksana.
Kepala OJK Provinsi Sumsel Arifin Susanto mengatakan, pada tahap awal komoditas
kelapa dan produk turunannya dimaksud akan diekspor ke Cina, Taiwan, dan Perancis,
meliputi coconut shell charcoal sebanyak 46 ton dan coconut chips sebanyak 25 ton.
Selain itu, dilakukan pula ekspor lada hitam sebanyak 500 kilogram dan produk olahan
kerupuk sebanyak 21 ton, dengan nilai mencapai Rp1,6 miliar. Capaian mencerminkan
peningkatan daya saing keunggulan daerah melalui pendekatan pembinaan
berkelanjutan, hilirisasi dan integrasi akses sektor jasa keuangan.
Melalui kerja sama yang terintegrasi dalam pengembangan potensi unggulan daerah,
penguatan sektor riil terus dilakukan secara konsisten yang bertujuan untuk
meningkatkan kapasitas produksi, kualitas hasil, serta memperluas akses pasar dari
produk yang dihasilkan.
Upaya ini juga membuka peluang yang lebih besar dalam memanfaatkan berbagai layanan
dan produk dari sektor jasa keuangan. Sektor jasa keuangan berperan aktif dengan
menyediakan berbagai skema pembiayaan yang mendukung seluruh proses usaha, mulai
dari tahap produksi, pengolahan, hingga pemasaran ke pasar internasional, seperti
pembiayaan perdagangan (trade finance) dan Letter of Credit (L/C). Selain itu, tersedia juga
perlindungan terhadap risiko usaha melalui layanan asuransi.
Dukung Program OJK
Sementara itu, Herman Deru pun menyambut baik program Pengembangan Ekonomi
Daerah yang dilakukan OJK di Sumatera Selatan. Dukungan dari OJK,
kementerian/lembaga, pelaku usaha jasa keuangan mampu mewujudkan Sultan Muda
yang produktif, kreatif dan berdaya saing.
“Keberhasilan yang dicapai pada hari ini tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak.
Kami mengucapkan terima kasih atas dukungannya. Kami berharap kolaborasi yang baik
senantiasa dapat terjalin dan berkontribusi menghasilkan Sultan Muda baru di masa
yang akan datang,” kata Herman
Sedangkan Bertu Merlas mengatakan pengembangan ekonomi daerah membutuhkan
dukungan kebijakan yang terintegrasi dan berkesinambungan agar program yang
dijalankan bisa mendapatkan hasil yang optimal.
“Sumatera Selatan telah berhasil mencatatkan nilai ekspor yang lebih tinggi dari nilai
impor, kami mengapresiasi pencapaian dimaksud. Kami sebagai Anggota DPR RI juga
berkomitmen untuk menghasilkan kebijakan yang mendukung pemberdayaan
perekonomian di daerah. Untuk menghasilkan kebijakan yang sesuai maka kami
membutuhan masukan dari Bapak dan Ibu sekalian,” kata Bertu.
Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan dihadiri oleh 1.000 peserta yang berasal dari
pengusaha muda, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan dan masyarakat umum.
Program Sultan Muda XporA 2026 merupakan bagian dari Program 100.000 Sultan Muda
Sumatera Selatan yang digagas oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dengan
berkolaborasi dengan OJK dan seluruh stakeholders lainnya. Program ini bertujuan untuk
meningkatkan lapangan kerja, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri
kreatif dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.
Dukungan nyata OJK juga terlihat dengan adanya Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) di
Gedung Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan. SMSC berfungsi sebagai pusat pelatihan,
inkubasi, dan business connection hub yang menghubungkan antara pengusaha dengan
jejaring bisnis, perluasan pasar, dan akses sektor jasa keuangan. Langkah ini diharapkan
mampu melahirkan pengusaha muda yang berdaya saing serta siap menembus pasar
ekspor.
Pada kesempatan yang sama dilakukan pula peresmian rebranding Logo Sultan Muda
Sumatera Selatan sebagai momentum penegasan transformasi program gerakan strategis
kewirausahaan muda, peresmian Sultan Muda HIPMI Card sebagai identitas dan
penguatan akses kewirausahaan muda, peresmian Pusat Kolaborasi dan Akselerasi
Ekonomi Daerah “Sumsel Maju Terus Untuk Semua” sebagai wadah sinergi antara
pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi
daerah dan 4) Pelaksanakan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah
(TPAKD) Provinsi Sumatera Selatan, untuk merumuskan ragam solusi yang nyata
dibutuhkan meng-akselerasi akses keuangan, mewujudkan pengembangan ekonomi
daerah yang inklusif dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.
Selain itu, secara simbolis dilakukan penyerahan pembiayaan komoditas unggulan
sebesar Rp869.291.307.790 dan letter of credit export 209,723 USD oleh lima bank.
(Ly/ril)
