BKKBN SUMSEL: USAI MELAHIRKAN, IBU DIIMBAU TAK HAMIL LAGI

bkkbnProgram Kerja (Proker) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) perlu digenjot lagi. Agar maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat meski telah memiliki di angka 66 persen.
Hal ini dikatakan Kepala BKKBN Sumsel, Waspi, usai dilantik di Graha Bina Praja Sumsel, Rabu (3/8/
“Dari data yang kita peroleh bahwa Sumsel ini sebenarnya pencapaian presentase KKBNnya sudah tinggi ada 66 persen namun masih perlu digenjot lagi,” ungkapnya.
Dia menambahkan, salah satu proker yang akan dimaksimalkan di Sumsel, yakni Keluarga Berencana (KB). Pihaknya juga mengaku telah berkerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Dengan demikian, layanan KB di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) gratis.
Menurutnya, kalau ada yang masih membayar, itu merupakan KB Mandiri, di luar program pemerintah.
“Layanan KB di puskesmas gratis, apalagi tercatat sebagai anggota BPJS Kesehatan, biaya dokter dan obatnya dibayarkan,” katanya.
Melihat dari analisis kuardan. Menurutnya, posisi Sumsel berada di kuardan 1 bawah, kalau digeser sedikit akan masuk dalam kuardan 4, posisi ideal dan nyaman. caranya dengan meningkatkan pelayanan, pembinaan ibu hamil.
Ia merinci, Meningkatkan usia kawin pertama; Pelayanan KB pasangan usia subur dimana yang sudah mempunyai anak dua dianjurkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang.
“Di kuardan keempat ini, rata-rata provinsi maju dan relatif sejahtera,” ungkapnya.
Mengenai masih tingginya angka kematian ibu dan anak. Waspi menegaskan, hal tersebut juga masuk dalam proker meningkatkan kesejahteraan, dan terus melakukan pendampingan terhadap ibu hamil. Dengan menginformasikan kepada ibu, untuk mengatur jarak kehamilan.
“Ibu hamil akan kami dampingi terus. Begitu melahirkan, jangan hamil lagi, kami imbau (ibu) jaga jarak, minimal 3 tahun. Karena anak itu butuh perhatian,” terangnya.[ida] (Rmol.sumsel)



Leave a Reply