Kepala Daerah yang Sangat Serius Perangi Karhutla

1PUJIAN dilontarkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya kepada Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan yang tidak berhenti mengendalikan dan memadamkan karhutla di Sumsel. Ia menilai satgas yang dipimpin Komandan Korem 044/Gapo Kol Inf Kunto Arief Wibowo itu sebagai yang terbaik dari tujuh satgas karhutla yang ada.
“Satgas Sumsel yang paling baik dalam mengelola karhutla, unggul dalam kelembagaan,” ujar mantan Sekjen DPD ini usai mendengarkan paparan di ruang rapat Kementerian LHK, Jakarta, Kamis (11/8).
Situ Nurbaya menyebut upaya mencegah dan memadamkan karhutla sebagai gerakan terpadu yang didorong Pemprov Sumsel. Ia memuji Gubernur Sumsel H Alex Noerdin sebagai kepala daerah yang sangat serius dalam penanganan karhutla.
Sebelumnya pujian disampaikan Siti Nurbaya kepada Kol Inf Kunto Arief Wibowo atas temuan dan inovasi pencegahan dan pemadaman karhutla yang diberi nama Bios 44 dan Nusantara Gapo 44.
“Ini inovasi keren banget, Kementerian LHK akan membantu memberikan rekomendasi untuk memperoleh sertifikasi patennya dari Ditjen HAKI di Kementerian Hukum dan HAM,” kata Siti Nurbaya.
“Ini harus segera dipatenkan sebagai temuan anak bangsa yang ditemukan oleh kesatuan di lingkungan TNI. Harus secepatnya sebelum dipatenkan orang lain,” ujar Menteri LHK seraya menginstruksikan staf terkait di Kementerian LHK membuat rekomendasinya.
Dalam paparannya, Danrem 044/ Gapo Kol Inf Kunto Arief Wibowo menjelaskan tentang inovasi produk atau teknologi yang diberi nama Bios 44 dan Nusantara Gapo 44 sebagai temuan anak bangsa. “Bios 44 merupakan teknologi mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan khususnya di lahan gambut. Nusantara Gapo 44 merupakan teknologi busa atau foam untuk pemadam api pada kebakaran di lahan gambut,” katanya.
Menurut Danrem Kunto Arief Wibowo, yang didampingi Komandan Kodim Muba Letkol Inf Ignatius Wiwoho, Dandim Ogan Komering Ilir (OKI) Letkol Kav Dwi Irbaya dan Kasi Operasional Korem 044/Gapo Letkol Inf Wahyu HS, inovasi produk berupa cairan Bios 44 dan busa Nusantara Gapo 44 merupakan hasil riset yang dilakukan anggota Korem 044/Garuda Dempo.
“Bios 44 merupakan paduan beberapa mikro organisme menyatu. Cairan  Bios 44 saat disemprotkan ke lahan gabus yang basah mampu memperkecil hingga menutupi rongga-rongga dalam lahan gambut, sehingga lahan gambut tidak mudah terbakar. Rongga dalam lahan gambut itu menyimpan oksigen yang mengakibat bisa terjadinya kebakaran lahan dalam waktu yang lama kemudian memicu kabut asap,” ujarnya.
Sementara itu untuk teknologi Nusantara Gapo 44, menurut Danrem Kunto Arief Wibowo, merupakan busa yang digunakan untuk memadamkan api yang membakar lahan gambut.
“Busa Nusantara Gapo 44 merupakan terapan teknologi penanganan kebakaran dengan menggunakan cairan yang aman dan ramah lingkungan. Berbeda dengan cairan pemadam kebakaran yang ada saat ini yang mengandung cairan sulphur,” katanya. # osk
 



Leave a Reply