Anggota DPR Minta Bagus Bawana 'Surat Suara Tercoblos' Juga Dijerat UU ITE


Foto: Taufiqulhadi (Foto: Ari Saputra)


Jakarta – Komisi III DPR ikut gembira atas tertangkapnya Bagus Bawana Putra, tersangka hoax surat suara tercoblos. Mengingat hoax tersebut menggegerkan jagat perpolitikan Indonesia. 

“Ini adalah hoax yang paling serius. Bagaimana tidak serius, jika tidak segera ditangani maka bisa menimbulkan kericuhan politik, yang berakhir pada ketidakstabilan politik nasional,” ujar anggota Komisi III Taufiqulhadi, kepada wartawan, Rabu (9/1/2019). 

Bagus, yang diduga sebagai pembuat dan penyebar hoax 7 kontainer surat suara tercoblos itu, ditangkap di Sragen. Ia kabur dari kediamannya di Bekasi setelah membuat konten suara mengenai isu tersebut.

Polisi telah mencocokkan suara Bagus dengan rekaman yang beredar. Hasilnya, suara Bagus dinyatakan cocok dengan suara pria dalam rekaman yang beredar.

Taufiqulhadi tidak bisa membayangkan jika kabar bohong soal adanya tujuh kontainer yang tidak ditangani secara cepat dan serius. Bisa jadi masyarakat akan tidak percaya dengan gelaran pemilu.

“Karena orang beranggapan, tidak ada gunanya lagi pemilu lagi karena sudah diselesaikan dengan tujuh konteiner kertas suara yang telah dicoblos. Jadi paslon tertentu sudah pasti menang,” katanya.

Politikus NasDem itu pun menyayangkan jika Bagus hanya dijerat dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Dia berharap, Bagus juga dapat diadili dengan Undang Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Mengingat hoax disebarkan melalui pesan elektronik.

“Karena ini adalah hoax yang sangat serius, saya berharap aparat penegakk hukum menangani kasus ini secara sangat serius pula,” ujar Taufiqulhadi.

“Saya ingin, pembuat hoax ini diadili dengan tuntutan maksimal. Bahkan, pelakunya juga bisa diadili dengan pidana ITE pula karena hoax ini disebarkan melalui melalui WA,” imbuh dia.
(mae/tor)




Leave a Reply