Fokus Kelola JSC Secara Bertanggungjawab

(Direktur Utama PT JSC Meina Fatriani Paloh)

Palembang, BP

PT Jakabaring Sport City (JSC) sangat berkomitmen dalam memajukan dunia olahraga di Sumatera Selatan, bahkan Indonesia. Meski demikian, dalam pengelolaannya harus penuh tanggung jawab.

“JSC dibangun dengan uang rakyat, oleh karenanya pengelolaan harus bertanggungajawab dan bisa dipastikan keberlanjutannya dalam segala hal. baik dalam hal azas manfaatnya olahraganya, manfaat sosial-budayanya, maupun manfaat finansial dan ekonomi secara luas,” kata Direktur Utama PT JSC Meina Fatriani Paloh, Selasa (15/1).

Kawasan JSC hadir sejak PON 2004 dikelola secara langsung oleh Badan Pengeloa Aset Daerah, namun sejak penghujung 2017 dibentuklah PT JSC. Sesuai Peraturan Daerah no 8 tahun 2017, amanahnya pengelolaan secara ramah lingkungan dan menghasilan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dari sejak terbentuk PT, kita upgrade terus. Sebelumnya tiket masuk manual, sekarang pintu otomatis. Tarifnya pun masih sama, mobil Rp 10 ribu, sepeda motor Rp 5 ribu, cuma ditambah per orang Rp 1.000,” jelas Meina.

Untuk pengelolaan tiket masuk, dikerjasamakan dengan pihak ketiga, yaitu PT Palang Parkir Indonesia (PPI). Selain itu ada juga bowling center, dikerjasamakan dengan ABS (Singapura). “Semuanya dikelola secara profesional dan transparan,” sambung Meina.

Meina mengajak semua pihak untuk ikut merawat. PT JSC kelola secara strategis tidak saja untuk menjadi aset regional, melainkan juga sebagai wujud luhurnya martabat masyarakat Sumsel secara keseluruhan menuju role model secara nasional. Untuk itu suatu kesatuan kognitif, afektif serta sikap dan tindakan semua adalah sangat dibutuhkan.

“Proses perawatan dan pengelolaan JSC adalah juga harus kita pastikan tidak boleh membebani keuangan daerah dan/atau nasional secara terus menerus. melainkan malah harus kita rancang sedemikian rupa sebagai suatu sumber pendapatan yang berarti bagi daerah; baik dalam hal manfaat finansial langsung maupun manfaat sosial ekonomi lainnya,” beber Meina.

Sebagai aset bersama, berbagai fasilitas di JSC perlu untuk digunakan secara bertanggungjawab serta disiplin oleh semua pemangku kepentingan.

“Kelalaian atas hal itu tidak saja akan menyebabkan turunnya kualitas berbagai fasilitas di JSC secara cepat, melainkan juga akan menyebabkan meningkatnya biaya perawatannya secara tajam. Semua hal itu tidak baik utk kita semua,” tegas Meina.

Kemudian Meina tak lupa berpesan jika masyarakat luas ingin mempertahankan JSC sebagai aset kebanggaan bersama di Sumsel, maka semua perlu untuk tidak pernah membiarkan satu pihak manapun mengambil keuntungan secara sepihak dan tidak bertanggungjawab dari JSC.

“Setiap pihak pengguna JSC tidak saja harus ikut berkontribusi serta berpartisipasi secara proporsional dalam meringankan beban biaya perawatan dan/ataupun pengelolaan JSC, melainkan juga harus patuh serta disiplin dalam aturan serta etika pemakaiannya. Kelalaian atas hal ini adalah akan sangat merugikan kita semua,” tuturnya.

Kemudian, Meina menyampaikan masyarakat luas perlu untuk tahu bahwa JSC tidak akan pernah menelantarkan atlet.

“Sama halnya juga tidak akan pernah membiarkan ada pihak tertentu yang menggunakan nama atlet dan/ataupun nama rakyat untuk menutupi ketidakdisiplinannya dalam melaksanakan berbagai kewajibannya atas JSC. Perlu kita sadari bersama bahwa kelalain siapapun dalam melaksanakan tanggungjawab atas JSC adalah kelalaian dalam menjaga aset masyarakat Sumsel,” sebut Meina.

PT JSC sangat mengharapkan kesatuan sikap masyarakat Sumsell untuk menjaga aset berharga ini dan mengelolanya secara bertanggungjawab untuk berbagai multiplier benefit yang sangat potensial.

“Kita tidak saja harus menjadikan JSC sebagai role model dalam pengelolaan suatu fasilitas olahraga, melainkan harus menjadikannya sebagai model bagi pengembangan wilayah. Itulah cita-cita JSC yang harus kita capai, sehingga perlu kita hindari polemik yang kontraproduktif,” pungkasnya. (rill/sug)



Leave a Reply