- January 18, 2019
- Posted by: admin
- Category: Berita

pulang kampung ke OKU Timur sekaligus menghadiri undangan haul ulama besar Syaikh Abdul Qodir Al Jilani, KH. Busthomil Karm, KH. Imam Mujer Yusuf ke 32 dan KH dan Imam Maqsudi ke- 10 di Desa Yosowinangun Kecamatan Belitang Mandang Raya, Kabupaten OKU Timur. Rabu (6/1) sore
OKU Timur – Usai menghadiri sejumlah agenda di Palembang, Rabu
(6/1) sore Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru pulang
kampung ke OKU Timur sekaligus menghadiri undangan haul ulama besar
Syaikh Abdul Qodir Al Jilani, KH. Busthomil Karm, KH. Imam Mujer Yusuf
ke 32 dan KH dan Imam Maqsudi ke- 10 di Desa Yosowinangun Kecamatan
Belitang Mandang Raya, Kabupaten OKU Timur.
Herman
Deru beserta rombongan memilih melakukan perjalanan darat saat bertolak
ke OKU Timur, meskipun sebagai seorang gubernur ia dapat saja
menggunakan fasilitas helikopter. Hal ini rupanya merupakan keinginannya
sendiri lantaran ingin melihat langsung kondisi jalan secara real.
”
Saya minta doanya agar ini berjalan dengan baik. Mudah-mudahan sebelum
Lebaran ini sudah terlihat, di OKU tidak boleh lagi ada lobang. Supaya
tahun berikutnya kita bisa berfikir yang lain lagi. Nah inilah gunanya
saya dateng kesini saya mau lihat langsung kondisi masyarakat, oleh
sebab itu saya malu sebenarnya naik helikopter jadi saya paksakan
jeledak- jeleduk lewat darat,” tandasnya
Sebagai
Bupati yang pernah memimpin OKU Timur dua periode (10 tahun) ia mengaku
sengaja datang untuk mengobati rasa rindunya dengan masyarakat OKUT.
Dikatakannya, OKU Timur adalah daerah yang dikenal sangat akrab dengan
acara-acara keagaaman. Hal ini tampak dari tradisi-tradisi yang masih
berlangsung mulai ia menjadi Bupati hingga saat ini. Masyarakat
menurutnya tetap berkesinambungan mengikuti acara keagamaan walaupun
dengan gayanya berbeda.
“Pengajian haul pada
malam hari ini kita , dzikir, berdoa bergabung bersama dengan jumlah
jamaah yang terus bertambah. Karena jamaah semakin percaya terhadap
ajakan Kiai yang tausiah disini. Ini lah penyebab salah satu kedamaian,”
ungkapnya
Iapun mengaku sangat bangga karena setiap tahun jumlah jamaah yang hadir pada haul kian bertambah.
“Inilah
salah satu kelebihan OKUT ini akrab tanpa memandang etnis, ras dan
budaya. Kita ini satu, Saya tidak mungkin mengubah kebiasaan. Saya
harapkan Bupati/Walikota juga melayani masyarakat jangan ada batasan.
Karena orang bisa menjadi Gubernur, Bupati,Walikota dan DPR itu karena
didukung rakyat,” katanya
Menurut Herman Deru
sejak awal mencalonkan diri sebagai Gubernur ia telah memasang niat
dalam hati ingin menjadi Gubernur yang sesuai dengan Hadist Rasullulah
agar bermanfaat bagi orang banyaj.
“Saya ingin
jadi Gubernur itu sesuai hadist Rasullulah, sebaiknya manusia adalah
manusia yang berguna bagi orang banyak. Jadi kita sebagai muslim harus
menunjukan kedewasaan yang lebih. Kita ini hidup tidak bisa sendiri,
kita saling membutuhkan satu sama lain, jangan sampai keimanan kita
terusik,” tambahnya
Sesuai visi dan misi nya
pria yang akrab disapa Deru ini mengatakan, Pemprov Sumsel akan
memperbaiki masalah ekonomi mulai dari akses jalan yang segera
diperbaiki, keamanan, hingga perbaikan harga karet dengan pembangunan
pabrik ban.
Tak ketinggalan, untuk menjaga
kekompakan masyarakat sekaligus membantu warga yang tertimpa musibah
secara masal ia berkomitmen akan mengaktifkan kembali uang duka atau
santuna kematian di Provinsi Sumsel.
