PAW Anggota DPRD Lahat Dari PPP Bermasalah Dan Cacat Hukum

BP/DUDY OSKANDAR
Hudson Arpan

Palembang, BP

Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten Lahat dari  Partai Persatuan Pembangunan (PPP) , Hudson Arpan dari Dapil 2 Merapi Area, menuai polemik. Pasalnya, proses PAW ini dianggap sudah bermasalah dan cacat hukum karena anggota yang dilantik bukan berasal dari dapil yang sama.

Hudson Arpan dari Dapil 2 Merapi Area digantikan Agus Riansyah dari Dapil 1 Kota Lahat,

“Aku kan berasal dari dapil 2 sedangkan Agus Riansyah ini dari dapil 1, itulah masalahnya.”  Kata Hudson, Jumat (25/1).

Sementara untuk caleg dari dapil 2 telah dipecat semua. Padahal sesuai undang-undang nomor 23 tahun 2014 pasal 197 ayat 1 menyatakan bahwa anggota DPRD Kabupaten Kota yang berganti antar waktu digantikan oleh Caleg Kabupaten Kota yang memperoleh suara terbanyak urutan berikutnya.

“Seharusnya tetap dipilih dari dapil 2 bukan malah ambil dari dapil 1, sekarang caleg dibawah nomor urut aku Helpeni Reza sudah menggugat ke pengadilan karena ini bermasalah dan cacat hukum,” katanya.

Namun, yang lebih membingungkan, sambung Hudson, Biro Otda sudah menyurati Gubernur Sumsel dalam nota dinas nomor 048/ND/I/2019.

Isinya menjelaskan proses PAW Anggota DPRD Lahat Hudson Arpan kepada Agus Riansyah sebagai anggota DPRD Lahat sisa masa jabatan 2014-2019 belum dapat diproses karena adanya perbedaan daerah pemilihan.

“Seharusnya Gubernur bisa menelaah ulang Nota Dinas dari Biro Otda Sumsel ini, jangan langsung mengeluarkan surat pelantikan,” katanya.

Masih kata Hudson, Senin (28/1/2019) nanti masyarakat Kecamatan Merapi akan melakukan aksi unjuk rasa ke kantor DPRD Lahat  untuk meminta Gubernur melakukan pembatalan pelantikan tersebut.

“Pastilah masyarakat tidak setuju, apalagi dari dapil merapi ini, karena Agus Riansyah ini juga dari dapil I yang meliputi daerah Kota Lahat bukan Kecamatan Merapi,” katanya.

Sementara, Ketua DPW PPP Sumsel Agus Sutikno SE MM MBA membenarkan adanya PAW (pergantian antar waktu) DPRD Lahat dari Ir Hudson Arpan dari Dapil 2 kepada Agus Riansyah SAg dari Dapil 1.

“Sudah lama ini, saya nggak mau ngungkit lagi. Dia ini di PAW karena pelanggaran organisasi. Sudah gugat dan sudah incrach. Soal kenapa itu bisa digantikan dari Dapil lain silahkan tanya ke KPU.Kalau tidak bisa tentunya tidak mendapat rekomendasi. Kenapa itu bisa, itu ada di aturan,” kata Agus Sutikno ketika dihubungi.

Menyinggung adanya beberapa nama Caleg urutan di bawah  Hudson Arpan yang dipecati partai sehingga diduga ada jual beli kursi, Agus yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumsel memiliki alasan.

“Itu kan pendapat mereka yang mewakili orang yang di-PAW. Data ketentuannya jelas. Kenapa yang di bawahnya diberhentikan karena tidak aktif lagi,” katanya.

Menanggapi kasus PAW ini, Hepriyadi, SH MH Anggota Komisioner KPU Sumsel Divisi Hukum dan Pengawasan mengatakan memang ada aturannya Caleg yang menggantikan PAW anggota dewan dari Dapil terdekat.

“Kalo dak katek lagi Caleg yang ado di bawahnyo maka diambil dari Dapil terdekat. Itulah prosedurnya. Kenapa itu terjadi sampai katek wong lagi itu internal partai. Silahkan kroscek ke partainya,” katanya.#osk



Leave a Reply