Indusri Musik Kehilangan Sosok Pengamat Musik & Wartawan Humble

Jakarta – Dunia hiburan dan jurnalis kehilangan pengamat musik yang mumpuni. Benediktus Hadi Utomo alias Bens Leo Lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 8 Agustus 1952,  dan meninggal dunia Senin (29/11/2021) pukul 08.24 di rumah sakit Fatmawati Jakarta. Meninggalnya mantan wartawan Majalah Aktuil tentu mengagetkan koleganya sesama wartawan dan penyanyi dan musisi.

“Kami keluarga besar FORWAN kehilangan senior kami, salah satu Dewan Pertimbangan kami yang humble. Panutan kami yang mengajarkan banyak kebaikan kepada kami yuniornya,” ujar Sutrisno Buyil Ketua Umum Forum Wartawan Hiburan (FORWAN)

Buyil menambahkan meski nama Bens Leo sangat besar di industri musik dan hiburan tapi beliau tidak keberatan untuk menjadi pengurus FORWAN periode 2021-2024.

“Kami sebenarnya sudah ingin ngajak beliau menjadi pengurus FORWAN, tapi kami ajrih alias minder dengan nama besarnya. Takut beliau nggak mau, tapi ketika saya telpon dan saya memintanya untuk menjadi pengurus. Beliau menyambut baik, asal bermanfaat buat teman-teman FORWAN saya bersedia. Kata Mas Bens kala itu, tentu saya sebagai ketua umum dan pengurus lain gembira mendengar jawaban Mas Bens Leo,” ujar Buyil

Sementara Rahayu Kertawiguna, CEO Nagaswar Musik merasa kehilangan partner kerja yang mumpuni dibidang musik.

“Belia jurnalis sejati, sampai akhir hayatnya beliau tetap bangga sebagai wartawan, bahkan beliau telah menerbitkan buku seputar industri musik. Ini peninggalan beliau yang paling berharga,” ujar Rahayu saat dihubungi via ponselnya Senin (29/11/2021)

Menurut Rahayu, Bens Leo sosok wartawan lurus, tidak neko-neko dan humble. ” ini yang perlu dicontoh teman-teman jurnalis, meski banyak ilmu tapi tetap rendah hati dan santun kepada siapa saja,’ tegas Rahayu.

Noldy, gitaris Band Raja mengakui kehebatan Bens Leo sebagai wartawan musik.

“Beliau bukan hanya wartawan musik sejati tapi pengamat musik yang cerdas. Terbukti beliau ingat betul tentang anak saya yang memiliki bakat bermusik dan waktu ketemu almarhum di Pasific Place beberapa bulan lalu, beliau komen ini Raja cilik yang bakal menggantikan ayahnya di insutri musik Indonesia. Pernyataan mas Bens benar-benar tulus dan itu yang mengharukan saya sebagai musisi,” ujar Moldy saat dihubungi Penulis via ponselnya.

Moldy mengakui kehebatan Bens Leo sebagai pengamat musik, tidak asal komen mengkritisi tapi juga berdasarkan data yang akurat.

“Menurut saya Mas Bens, seorang pengamat musik yang mumpuni dan tidak tergantikan,” tandas Moldy

Fitri Carlina mengaku terkejut dengan meninggalnya Bens Leo. Ia mengaku kehilangan sosok pengamat musik yang humble.

“Beliau itu pengamat musik tapi juga seorang motivator untuk penyanyi muda yang tengah merintis karier di industri musik Indonesia. Saya sangat sedih kehilangan wartawan sejati dan pengamat musik yang rendah hati dan santun,” ujar Fitri Carlina dengan nada sedih.// Kelana Peterson.



Leave a Reply