- September 3, 2024
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita, Info Bisnis
• Wall Street tutup pada hari Senin (2/9) karena libur Hari Buruh, dan pasar akan kembali mulai beroperasi pada perdagangan keesokan harinya. Sebagai Informasi, Hari Buruh adalah salah satu dari 11 hari libur nasional yang diakui di AS. Dirayakan setiap tahun pada hari Senin pertama bulan September, hari ini dimaksudkan untuk menyoroti pencapaian pekerja Amerika dan kontribusi mereka bagi masyarakat.
• Pasar akan menantikan sejumlah rilis data ekonomi dari AS. Data NonFarm Payroll dan tingkat pengangguran akan jadi fokus utama para pelaku pasar di pekan ini. Konsensus pasar sejauh ini memperkirakan, tingkat pengangguran AS pada Agustus lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yaitu jadi 4,2% dibanding 4,3% pada Juli. Sedangkan angka NFP diperkirakan bertambah 165.000 pekerjaan, jauh lebih tinggi dibanding Juli sebanyak 114.000 pekerjaan. Rilis data tersebut secara umum akan memberikan konfirmasi lebih besar bagi ekspektasi dimulainya arah kebijakan bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
• Aktivitas manufaktur China kembali tumbuh pada bulan Agustus. Indeks Manajer Pembelian (PMI) untuk manufaktur naik menjadi 50,4 pada bulan Agustus dari 49,8 pada bulan sebelumnya, melampaui perkiraan para analis dalam survei Reuters yang memperkirakan angka 50,0. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan pesanan baru yang mendorong kenaikan produksi selama 10 bulan berturut-turut, menurut survei Caixin. Hal ini sekaligus mendukung lapangan kerja dan meningkatkan kepercayaan terhadap prospek ekonomi China.
• Harga minyak mengalami kenaikan tipis pada Senin (2/9), pulih dari penurunan yang terjadi di akhir pekan lalu. Kenaikan ini dipicu oleh terhentinya ekspor minyak Libya dan meredanya kekhawatiran terkait peningkatan produksi OPEC+ yang dijadwalkan mulai Oktober. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,7%, sementara minyak Brent naik 0,8%. Pada hari Jumat sebelumnya, harga Brent dan WTI masing-masing turun 1,4% dan 3,1%.
*Domestic Highlights*
Perkembangan dari pasar saham domestik menunjukkan IHSG pada Senin (2/9) ditutup menguat 0,31% (dtd) ke posisi 7.694,53 dari penutupan sebelumnya pada level 7.670,73. Nilai transaksi pada hari kemarin sebesar Rp12,05 triliun, dengan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp12,69 triliun. Sementara itu, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp1,19 triliun. Secara akumulatif, investor asing membukukan net buy senilai Rp28,92 triliun sejak awal tahun. Rupiah berdasarkan kurs Bloomberg terdepresiasi ke level Rp15.525/USD dari sebelumnya Rp15.455/USD.
Beberapa perkembangan dari dalam negeri lainnya, yaitu:
• BPS: Inflasi RI tercatat sebesar 2,12 % (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,06 pada Agustus 2024. Adapun angka tersebut turun dibandingkan inflasi Juli 2024 yang sebesar 2,13% (yoy).
• Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur RI terkontraksi ke level 48,9 pada Agustus 2024. Adapun angka tersebut turun dibandingkan PMI Juli 2024 yang sebesar 49,3.
• BPS: Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) RI tercatat sebanyak 1,31 juta pengunjung pada Juli 2024. Adapun jumlah kunjungan wisman terbanyak berasal dari Malaysia, yaitu sebanyak 177,71 ribu pengunjung.
• BPS: Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional mengalami kenaikan sebesar 2,82% (yoy) pada Agustus 2024. Adapun kenaikan tertinggi terjadi pada sektor pertanian, yaitu sebesar 4,01% (yoy).
• BI telah berpartisipasi dalam Forum Kerja Sama Bank Sentral Asia Pasifik (EMEAP) pada akhir Agustus 2024. Kerja sama tersebut terus diperkokoh dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi.
*Corporate Highlights*
• BRIS mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,39 triliun pada semester I-2024. Adapun laba tersebut meningkat 20,28% (yoy) dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp2,82 triliun.
• TOBA membukukan kenaikan laba bersih sebesar 207,98% (yoy) menjadi USD26,49 juta. Adapun kenaikan laba tersebut terjadi di tengah pendapatan emiten yang turun sebesar 10,61% (yoy) menjadi USD248,67 juta.
• PALM akan menerbitkan obligasi sebesar Rp1,1 triliun sebagai bagian dari obligasi berkelanjutan II. Dana perolehan tersebut akan digunakan untuk melakukan pembayaran pokok utang emiten.
• WIKA memperoleh kontrak baru sebesar Rp475 miliar dari PT Pertamina Patra Niaga. Adapun kontrak tersebut diberikan untuk proyek pembangunan Jetty 1 di Integrated Terminal Manggis, Bali.
• SRAJ menyuntikkan modal kepada anak usaha sebesar Rp50 miliar atau 2,6% dari total ekuitas emiten yang sebesar Rp1,87 triliun. Transaksi tersebut bertujuan untuk mendukung pertumbuhan dan memperkuat struktur permodalan anak usaha.(ril)
