Program Mahasiswa Berdampak Dorong Pemberdayaan dalam Pemulihan Pasca Bencana di Sumatera

Palembang – Program Mahasiswa Berdampak merupakan inisiatif yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI) bersama Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang.

Program ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung percepatan pemulihan pasca-bencana di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Berlokasi di Desa Kataping dan Desa Anduring, program ini mengusung tema unggulan “MoodZiBaGar (Mood Gizi Baik, Badan Bugar)” yang berfokus pada penguatan kesehatan fisik, mental, dan sosial masyarakat terdampak bencana.

Program ini merupakan hasil kolaborasi tiga program studi, yakni Ilmu Keperawatan, Gizi, dan Fisioterapi, yang bersinergi menghadirkan pendekatan pemulihan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar kegiatan akademik, program ini menjadi gerakan kemanusiaan yang terstruktur. Melalui pendekatan integratif, MoodZiBaGar menggabungkan pendampingan emosional (trauma healing), edukasi gizi seimbang, serta aktivitas kebugaran sebagai fondasi pemulihan kesehatan fisik dan mental masyarakat.

Kekuatan utama program ini terletak pada kolaborasi lintas disiplin ilmu yang memungkinkan intervensi lebih komprehensif dan sesuai kebutuhan masyarakat, baik dalam aspek promotif, preventif, maupun rehabilitatif.

Selain fokus pada kesehatan individu, program ini juga memperkuat aspek sosial kemasyarakatan. Berbagai kegiatan yang dilakukan mampu menghidupkan kembali semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antarwarga pasca-bencana. Interaksi dengan anak-anak, remaja, hingga tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan kolektif.

Dari sisi manajemen pelayanan kesehatan, program ini turut berkontribusi dalam penguatan kapasitas layanan kesehatan berbasis masyarakat. Kolaborasi dengan Wali Nagari, Wali Korong, Wali Jorong, tenaga kesehatan Puskesmas, serta kader Posyandu menjadi langkah strategis dalam menciptakan sistem layanan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Selama pelaksanaan kegiatan, berbagai edukasi seperti pentingnya gizi dalam menjaga kesehatan mental, pendampingan emosional untuk memperkuat ketahanan psikologis, serta aktivitas kebugaran menjadi simbol bangkitnya semangat hidup masyarakat. Program ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan, di mana mahasiswa berkontribusi secara akademik, sementara masyarakat menghadirkan kearifan lokal yang memperkaya proses pembelajaran.

Wali Nagari Kataping menyampaikan apresiasi terhadap program ini. Ia menegaskan bahwa masyarakat benar-benar merasakan dampak positifnya, baik dari segi kesehatan, semangat hidup, maupun meningkatnya kebersamaan sosial di tengah masyarakat (27 Februari 2026).

Sementara itu, Dr. Agusrida, M.Pd., Ketua Pengajian Surau Ampalu Desa Anduring, juga menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Dengan hadirnya program ini, masyarakat kami kembali bersemangat dan pulih dalam menjalani aktivitas sehari-hari, terutama dalam menjaga kesehatan dan kehidupan yang lebih layak setelah bencana,” ujarnya (26/7/2026).

Menutup rangkaian kegiatan, Program Mahasiswa Berdampak diharapkan dapat meninggalkan warisan keberlanjutan, agar semangat MoodZiBaGar tetap dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat. Hal ini diharapkan menjadi fondasi dalam memperkuat ketahanan diri, kesehatan emosional, serta pola hidup sehat melalui gizi seimbang dan aktivitas kebugaran.

Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata. Dari Padang Pariaman, semangat pemulihan dan kebangkitan kembali ditegaskan—bahwa di tengah keterbatasan, harapan selalu tumbuh melalui kebersamaan dan kepedulian.



Leave a Reply